
balibercerita.com –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali mencatat curah hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Bali pada Senin (9/9). Prakirawan Cuaca BMKG Bali, Riski Dwi Saputro mengungkapkan, intensitas hujan yang terjadi tergolong sangat tinggi meskipun saat ini Bali masih dalam masa peralihan musim.
“Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Ngurah Rai, curah hujan di Kota Denpasar tercatat mencapai 188 mm, di Kabupaten Jembrana 385 mm, dan di Badung 98,7 mm. Angka ini menunjukkan hujan dengan kategori ekstrem di luar musim hujan,” jelasnya.
Riski menambahkan, hujan deras berlangsung cukup merata di wilayah barat, tengah, timur, hingga selatan Bali. Durasi hujan pun sangat panjang. Di beberapa daerah, hujan terjadi mulai siang hingga dini hari keesokan harinya.
Dari hasil analisis atmosfer, kondisi ekstrem tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rosby yang memicu pertumbuhan awan konvektif. Ditambah kelembapan udara yang cukup tinggi hingga lapisan 200 mb (12.000 meter), hal ini mendukung terbentuknya awan dengan puncak yang sangat tinggi. “Kondisi ini menimbulkan hujan lebat disertai kilat dan petir di sejumlah wilayah Bali,” terang Riski.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, hingga pohon tumbang. (BC5)


















