Banyuwangi, balibercerita.com –
Meski sudah memasuki hari ke-13 sejak tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, semangat para tim SAR dan harapan keluarga korban masih menyala. Pada Senin (14/7), operasi pencarian terus dilanjutkan dengan kekuatan gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, TNI AL, Polres Banyuwangi, BMKG, dan tim DVI.
Kepala Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan, R. Eko Suyatno, yang memimpin operasi ini, memastikan pencarian diperpanjang. Pencarian mendapatkan titik terang setelah kamera bawah laut milik Ditpolair Polda Jatim menangkap visual bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya pada Minggu dini hari (13/7), pukul 03.33 WIB. Temuan ini memperkuat hasil observasi sebelumnya dari kamera bawah air milik TNI AL.
Namun, tantangan tidak kecil. Kapal Masalembo milik KNKT yang turut membantu pencarian dengan ROV sempat mengalami gangguan di kedalaman 19,2 meter akibat arus bawah laut yang deras, menyebabkan pemadaman alat secara tiba-tiba.
Jumlah personel SAR yang dikerahkan memang berkurang dari 1.062 menjadi 582 orang namun setiap langkah mereka tetap berarti bagi keluarga korban yang menunggu kabar. SRU darat dan laut masih menyisir wilayah Ketapang hingga Gilimanuk, dengan dukungan helikopter Polri dan armada laut lainnya.
Sampai saat ini, 48 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 30 orang selamat dan 18 lainnya meninggal dunia. Tiga dari korban yang meninggal masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. “Dari 18 orang yang meninggal dunia, masih ada 3 orang dalam identifikasi oleh tim DVI,”ucapnya. (BC5)

















