Gempa M5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali

0
74
Gempa Pacitan
Episentrum gempa bumi di Pacitan. (ist)

balibercerita.com –
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 08.20.44 WIB dengan magnitudo M5,7.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., menjelaskan, hasil analisis terbaru menunjukkan episenter gempa berada di koordinat 8,18° Lintang Selatan dan 111,33° Bujur Timur. Lokasi pusat gempa tepatnya berada di darat, sekitar 24 kilometer arah tenggara Pacitan, dengan kedalaman 122 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng,” jelas Daryono.

Baca Juga:   Bali Siap Gelar Asian Senior Fencing Championship 2025

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa Pacitan memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Getaran gempa dirasakan cukup luas di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Bali dan Nusa Tenggara Barat.

BMKG mencatat, di wilayah Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI, di mana getaran terasa oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, intensitas tercatat III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk melintas.

Baca Juga:   Pengisian Pasir Pantai Kuta Segera Dimulai, Progres Proyek BBCP Capai 33,812 persen

Getaran juga dirasakan di wilayah Madiun, Jember, Mojokerto, hingga Bali seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem dengan skala II–III MMI. Bahkan, getaran ringan turut dirasakan di Yogyakarta, Semarang, Pasuruan, Mataram, dan sekitarnya dengan intensitas II MMI.

Meski getaran dirasakan di banyak daerah, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemodelan juga menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. “Hingga pukul 08.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” tambah Daryono.

Baca Juga:   Antisipasi Penyebaran PMK, Badung Bentuk Satgas PMK

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG seperti media sosial terverifikasi @infoBMKG, situs web bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi InfoBMKG dan WRS-BMKG. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini