Mangupura, balibercerita.com –
Meski gelombang tinggi telah mereda, Daerah Tujuan Wisata (DTW) Waterblow di kawasan The Nusa Dua masih ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini bukan hanya disebabkan faktor cuaca, tetapi juga karena kerusakan teknis pada mesin loket tiket di pintu masuk.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menjelaskan bahwa penutupan diperpanjang karena sistem tiket yang dikelola bersama Pemerintah Kabupaten Badung masih mengalami gangguan. “Mesin loket rusak dan masih menunggu perbaikan dari dinas terkait di Pemkab Badung. Karena sistem tiket ini langsung terhubung dengan pemerintah daerah, perbaikannya harus dilakukan secara resmi,” ujarnya, Senin (19/8).
Selain perbaikan teknis, manajemen juga sedang menyiapkan rencana penataan ulang gerbang masuk untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Salah satu fokus utama adalah membuat jalur khusus agar ombak besar tidak lagi menggenangi area gate maupun kawasan Pulau Peninsula.
“Loket tiket juga rencananya akan kita geser dari posisi sekarang. Tapi penataan besar ini akan masuk ke anggaran 2026, jadi pembukaan kembali tidak akan menunggu penataan itu selesai,” tambah Dwiatmika.
Renovasi saat ini hanya difokuskan pada kerusakan akibat gelombang besar beberapa waktu lalu, termasuk pergantian mesin tiket dan penyesuaian lokasi agar lebih aman bagi operator dan peralatan. “Tempat ticketing akan kita atur ulang agar lebih aman dari hempasan ombak, terutama saat cuaca ekstrem,” jelasnya.
Dwiatmika menyebutkan, dalam beberapa hari ke depan, pihaknya akan mencoba membuka kembali akses Waterblow secara terbatas, meskipun renovasi belum selesai sepenuhnya. Target pembukaan penuh diperkirakan bisa dilakukan dalam dua bulan ke depan, tergantung kesiapan teknis dan kondisi cuaca.
Perbaikan infrastruktur sebagian besar dilakukan oleh pengelola kawasan, sedangkan penggantian mesin tiket menjadi tanggung jawab bersama dengan Pemkab Badung dan BPD. (BC5)
















