Beranda Kesehatan Dokter Indonesia Punya Modal Besar Berkontribusi dalam Estetika Medis Global

Dokter Indonesia Punya Modal Besar Berkontribusi dalam Estetika Medis Global

0
Estetika medis
Anesia Tania. (BC5)

balibercerita.com –
Pengalaman dokter Indonesia dalam menangani pasien dengan karakteristik yang beragam dinilai memiliki potensi besar untuk memperkaya perkembangan estetika medis dunia. Namun, pengalaman klinis tersebut perlu lebih banyak dibagikan melalui forum internasional agar praktik dan perspektif dokter Indonesia turut menjadi bagian dari perkembangan standar perawatan global.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika sekaligus CEO RI Klinik Jakarta, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV saat mengikuti Merz Aesthetics Ultimate Masterclass di Bali pada Kamis (29/10). Forum yang mempertemukan dokter dari berbagai negara ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan pengalaman klinis sekaligus menyerap perkembangan pendekatan estetika medis dari berbagai belahan dunia.

Anesia mengatakan, Indonesia memiliki karakteristik pasien yang sangat beragam. Latar belakang keturunan, anatomi wajah, hingga preferensi terhadap tindakan estetika menghadirkan pengalaman klinis yang tidak selalu sama dengan negara lain. Kondisi ini menjadi modal penting bagi dokter Indonesia untuk berkontribusi dalam diskusi ilmiah internasional.

Baca Juga:   Membangun Keluarga, Membangun Bangsa: PKB–PLKB Bali Jadi Garda Terdepan, Pastikan Layanan Bangga Kencana Tetap Hadir di Arus Mudik

Menurutnya, pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa setiap negara memiliki pendekatan berbeda dalam menangani pasien, mulai dari pemilihan prosedur, dosis, hingga pertimbangan anatomi. Pertukaran pengalaman semacam ini membuka kesempatan bagi para dokter untuk memahami perbedaan sekaligus mencari pendekatan yang relevan bagi praktik masing-masing.

“Indonesia memiliki banyak pengalaman, termasuk dalam penggunaan produk dan penanganan pasien. Karena itu, dokter-dokter kita perlu lebih berani berbagi pengalaman dan pendekatan perawatan ke ranah internasional. Ini juga menjadi salah satu cara membawa nama Indonesia ke kancah global,” ujarnya.

Baca Juga:   Diskes Buka Data Kinerja Kesehatan Secara Real-time Lewat Siber Tabanan

Wawasan internasional tersebut juga penting untuk memperkaya praktik estetika medis di dalam negeri. Sebab, setiap pasien memiliki kebutuhan dan karakteristik tersendiri sehingga tindakan tidak dapat dilakukan dengan satu standar yang disamaratakan.

Prinsip personalized treatment tetap menjadi landasan utama. Dokter harus mempertimbangkan kondisi, indikasi medis, serta preferensi pasien sebelum menentukan prosedur dan dosis yang sesuai.

“Perawatan estetika pada akhirnya harus kembali kepada kebutuhan masing-masing pasien, indikasi, dan preferensinya. Tidak bisa semua pasien diberikan resep atau tindakan yang sama. Seperti prinsip ilmu kedokteran pada umumnya, kita harus treat by patient and by indication,” jelasnya.

Baca Juga:   RSUD Giri Asih Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Anesia berharap kegiatan seperti Merz Aesthetics Ultimate Masterclass dapat terus berlanjut melalui pelatihan dan forum diskusi, baik secara langsung maupun daring. Dengan demikian, kesempatan bertukar pengetahuan tidak hanya terbatas pada pertemuan tertentu, tetapi dapat menjangkau lebih banyak dokter lintas negara.

Selain pertukaran pengalaman klinis, ia juga menilai pengembangan kompetensi dokter harus berjalan beriringan dengan ketersediaan produk berkualitas. Sebab, kualitas produk perlu didukung pemahaman dan keterampilan tenaga medis yang menggunakannya.

“Sebagus apapun suatu produk, hasilnya tetap bergantung pada tangan yang mengerjakan atau dokternya sendiri. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat berguna. Kami berharap ke depan semakin banyak kegiatan edukasi dan kolaborasi yang dapat meningkatkan kompetensi dokter,” pungkasnya. (BC5)