Desa Adat Pecatu Dorong Pengembangan Tiga Pantai Potensial, Infrastruktur Jadi Kendala Utama

0
246
Pantai Bingin
Pesona Pantai Bingin. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Sejumlah pantai di wilayah Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan. Untuk itu, pihak desa adat mendorong adanya kerja sama yang lebih intensif dengan pemerintah daerah agar pengelolaan dan penataan kawasan pesisir dapat memberikan manfaat optimal bagi krama setempat.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengungkapkan bahwa salah satu kawasan yang kini menjadi sorotan utama adalah Pantai Nyang-nyang. Dengan luas mencapai 7 hektar, pantai ini dinilai sangat layak dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.

Selain Nyang-nyang, dua pantai lain yang disebut memiliki daya tarik besar adalah Pantai Bingin dan Pantai Dreamland. Dreamland bahkan disebut sudah mendunia, dengan ribuan wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung setiap tahun. Namun demikian, pengembangan kawasan ini dinilai masih terkendala oleh minimnya infrastruktur.

Baca Juga:   Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung Dukung Penerapan Sistem Pelaporan All Indonesia di Bandara Ngurah Rai

“Kalau ingin membuka daya tarik wisata baru, tentu harus siap dari segi fasilitas dan infrastruktur. Di Dreamland misalnya, kunjungan wisatawan sudah tinggi, tapi infrastrukturnya masih kurang. Kami berharap desa adat dilibatkan dalam pengelolaan, termasuk dalam aspek retribusi,” tegas Sumerta yang juga merupakan anggota DPRD Badung.

Untuk saat ini, kerja sama pengelolaan antara pemerintah dan desa adat baru terjalin di kawasan Pantai Labuan Sait (Padang-padang) serta DTW Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu. Dalam skema kerja sama tersebut, pembagian hasil retribusi dilakukan dengan pola 75 persen untuk desa adat dan 25 persen untuk pemerintah daerah.

Baca Juga:   Deretan Ajang Spektakuler di Arab Saudi yang Wajib Dicatat oleh Wisatawan Indonesia

“Harapan kami, skema ini bisa diterapkan juga di pantai-pantai lainnya. Jangan sampai masyarakat kami hanya jadi penonton dan termarginalkan di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Sumerta juga menambahkan, sinyal positif dari pemerintah daerah mulai terlihat. Dalam audiensi dengan Bupati Badung serta pembahasan bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) telah disepakati bahwa masyarakat tidak boleh termarginalkan dan perlu ada regulasi yang tepat.

Salah satu langkah nyata yang mulai dilakukan adalah penataan ulang Pantai Bingin, yang sempat dilakukan pembongkaran untuk pengembangan ke depan. Kawasan ini rencananya akan diarahkan menjadi destinasi wisata yang lebih tertata dan ramah wisatawan.

Baca Juga:   GT World Challenge Asia 2026 Kembali ke Mandalika, Indonesia Siap Sambut Duel Mobil GT3 Dunia

“Intinya, desa adat tidak menolak aturan karena kami tahu ini aset negara di bawah kewenangan pemerintah. Kami hanya ingin ada regulasi, baik dalam bentuk perda maupun pergub, yang membuka ruang kerja sama agar masyarakat adat ikut menikmati hasilnya,” tegasnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa potensi wisata di pantai-pantai Pecatu sangat tinggi, dan yang dibutuhkan saat ini hanyalah pembenahan infrastruktur. “Maka dari itu, saya sudah sampaikan saat rapat kerja, melihat tingginya animo wisatawan yang datang. Promosi tidak lagi jadi masalah besar, tinggal bagaimana infrastruktur dibangun. Kami berharap Pemkab Badung segera bergerak,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini