Dari Lintasan Balap hingga Bendera Raksasa, Begini Semarak HUT RI di Tiga Destinasi ITDC

0
14
ITDC HUT RI
Suasana HUT ke-81 RI di Sirkuit Mandalika. (ist)

balibercerita.com –
Ada cara berbeda yang dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dalam merayakan HUT ke-81 RI. Semangat kemerdekaan tidak hanya dikemas dalam seremoni, tetapi dibawa ke ruang publik, lintasan balap hingga aksi kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana.

Perayaan digelar di tiga destinasi yang dikelola ITDC, yakni The Mandalika di Nusa Tenggara Barat, The Nusa Dua di Bali, dan The Golo Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Senin (17/8).

Di The Mandalika, Pertamina Mandalika International Circuit yang biasanya dipenuhi deru mesin dan menjadi panggung balap nasional maupun internasional, untuk sementara berubah menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Sekitar 1.500 peserta dari ITDC Group, TNI, Polri, Basarnas, pelajar, pondok pesantren, masyarakat, pelaku usaha dan komunitas ikut meramaikan peringatan kemerdekaan. Lintasan sirkuit dipenuhi pawai karnaval, marching band, sepeda hias hingga komunitas otomotif.

Baca Juga:   Tingkatkan Etika dan Ketepatan Protokol, Prokompim Badung Gelar Pelatihan Keprotokolan

Pawai karnaval digelar dalam dua rute yakni 1,5 kilometer dan 4,3 kilometer. Selain Pasukan 17 dan Pasukan 8, pawai juga melibatkan Tastura Inline Skate, komunitas motor ADV dan CBR, komunitas Vespa, Lampaq MGPA, hingga shuttle ITDC. Suasana semakin meriah dengan atraksi paramotor dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, permainan rakyat, pentas seni budaya, dan Kuliner Merdeka.

Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan, penggunaan sirkuit sebagai ruang perayaan menjadi cara untuk mendekatkan destinasi dengan masyarakat. “Pertamina Mandalika International Circuit selama ini menjadi panggung berbagai event nasional dan internasional yang membawa nama Indonesia. Pada momentum kemerdekaan, kami menghadirkan semangat yang berbeda dengan menjadikan sirkuit sebagai ruang kebersamaan,” ujarnya.

Sementara, The Nusa Dua menghadirkan kemerdekaan melalui simbol visual yang mencolok. Sebanyak 347 tiang bendera dipasang di kawasan tersebut, ditambah sebuah bendera merah putih berukuran jumbo dengan diameter sekitar 50 meter di Peninsula Island.

Baca Juga:   Jumlah Kendaraan Lampaui Penduduk, Kemacetan di Badung Kian Meningkat

Bendera raksasa itu dibuat dari sekitar 1.800 meter kain merah dan putih. Proses penjahitannya membutuhkan waktu lima hari sebelum kemudian dipasang pada konstruksi bambu di area helipad pada dini hari 17 Agustus. Kehadiran bendera berukuran jumbo tersebut membuat suasana kawasan The Nusa Dua semakin kental dengan nuansa kemerdekaan sekaligus menjadi simbol nasionalisme di salah satu destinasi pariwisata unggulan Bali.

Sementara, di The Golo Mori, Labuan Bajo, berlangsung dalam suasana lebih khidmat. Upacara bendera digelar di area heliport kawasan The Golo Mori. Namun, semangat kemerdekaan di kawasan tersebut tidak berhenti setelah upacara. Di tengah kondisi NTT yang masih menghadapi dampak gempa bumi, Direktur Operasi ITDC bersama tim The Golo Mori yang mewakili InJourney Group turun langsung mengunjungi masyarakat.

Baca Juga:   Ajak Caleg PSI Bali Sosialisasikan Diri, Kaesang Kedepankan Politik Move On

Bantuan disalurkan kepada warga di salah satu titik terdampak gempa yakni Stasi Antonius Leda, Paroki Wajur, Desa Pangga, Kampung Leda, Kolang. Langkah tersebut menjadi bentuk solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Ahmad Fajar mengatakan, semangat kemerdekaan juga harus diterjemahkan dalam kepedulian dan kehadiran bagi masyarakat. “Di tengah peringatan kemerdekaan ini, kami juga menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semangat kemerdekaan juga berarti semangat untuk saling menguatkan dan hadir bagi sesama,” katanya.

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI di tiga destinasi tersebut menjadi refleksi bahwa kawasan pariwisata bukan hanya tempat wisata dan aktivitas ekonomi. Kawasan pariwisata juga dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat, budaya, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan. (BC5)