Dari Denpasar ke Budapest, Dosen PNB Kibarkan Merah Putih di Eropa

0
233
Merah putih
I Wayan Eka Dian Rahmanu. (ist)

Budapest, balibercerita.com –
Jauh dari tanah air tak menyurutkan semangat nasionalisme I Wayan Eka Dian Rahmanu. Dosen Politeknik Negeri Bali (PNB) yang kini tengah menempuh studi doktoral di University of Szeged, Hungaria, mendapatkan kehormatan langka menjadi pembentang bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Minggu (17/8).

Upacara berlangsung khidmat di halaman KBRI Budapest dan dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati, serta para diaspora Indonesia, pelajar, pekerja migran, dan warga setempat.

Baca Juga:   Manfaatkan Momen Pasar Rakyat, Binda Bali Laksanakan Vaksinasi di Lapangan Renon

Rahmanu awalnya bergabung sebagai panitia peringatan HUT RI yang dibentuk KBRI bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hungaria. Saat dibuka pendaftaran untuk petugas pengibar bendera, ia pun langsung mendaftar.

Pengalaman sebagai petugas upacara bukan hal baru baginya. Sejak duduk di bangku SD di Denpasar, ia telah aktif dalam pasukan pengibar bendera, berlanjut hingga SMP dan SMA. Namun, bisa mengibarkan merah putih di luar negeri adalah pengalaman yang tak ternilai dan sangat istimewa baginya.

Baca Juga:   Lansia Difabel Terjatuh ke Sumur di Peguyangan, Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban

“Ada tujuh pendaftar, tapi hanya enam yang terpilih. Saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari momen ini,” ungkapnya.

Perjalanan menuju hari istimewa itu tidak selalu mudah. Selama latihan yang dimulai akhir Juli, Rahmanu mendapat kabar duka: mertuanya meninggal dunia pada 12 Agustus. Karena itu ia mendedikasikan keikutsertaannya untuk almarhum mertuanya. Hal ini diakui menjadi pengalaman emosional sekaligus membanggakan.

Baca Juga:   Kebakaran Hanguskan Lantai II Toserba di Kedonganan, Penanganan Hampir Tujuh Jam

Rahmanu menegaskan, makna kemerdekaan baginya adalah kebebasan berpendapat dalam bingkai norma dan aturan. Ia berharap di usia ke-80 tahun, Indonesia semakin solid dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045. “Kita semua, termasuk warga Indonesia di luar negeri, harus menjaga jati diri bangsa dan menjunjung nilai-nilai kebangsaan di manapun berada,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini