balibercerita.com –
Memasuki Januari 2026, Bali kembali berada dalam fase kerentanan cuaca ekstrem. BBMKG Wilayah III Denpasar memperingatkan bahwa kombinasi sejumlah fenomena atmosfer berpotensi memicu hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat berlangsung sepanjang hari di hampir seluruh wilayah Bali.
Menurut Prakirawan Cuaca BBMKG Denpasar, Luh Nyoman Didik Tri Utami, distribusi hujan cukup merata di seluruh Bali. Intensitasnya bervariasi dari ringan hingga lebat, menandai masuknya puncak musim hujan yang tahun ini diprediksi lebih aktif dibandingkan sebelumnya. Namun, yang menjadi perhatian utama bukan hanya tingginya curah hujan, melainkan serangkaian pemicu cuaca ekstrem yang terjadi bersamaan di wilayah Bali.
Tri Utami menjelaskan bahwa belokan angin (wind shear) terpantau cukup kuat, memicu tumbuhnya awan-awan hujan secara intensif. “Belokan angin di wilayah Bali menjadi salah satu faktor utama meningkatnya potensi hujan,” jelasnya, Senin (5/1).
Suhu muka laut yang hangat dengan anomali positif serta massa udara basah yang melapisi atmosfer hingga ketinggian 12.000 meter turut memperkuat potensi hujan. Kombinasi faktor ini menyebabkan hujan dapat turun kapan saja, baik pagi, siang, malam, hingga dini hari dengan variasi intensitas. BBMKG memprakirakan bahwa hingga sepekan, potensi hujan lebat masih mendominasi prakiraan cuaca Bali. Dalam tiga hari awal, potensi tersebut terjadi hampir merata di seluruh kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Cuaca ekstrem berpotensi memicu kilat atau petir, angin kencang berdurasi singkat, hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di beberapa titik yang rawan genangan maupun longsor. “Jika ada perubahan intensitas hujan, akan segera kami informasikan,” kata Tri Utami.
Tidak hanya di daratan, kewaspadaan juga diperlukan di wilayah perairan. BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 2 meter atau lebih di perairan utara dan selatan Bali selama sepekan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas pelayaran, nelayan, dan wisata bahari. “Masyarakat kami harap selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Pastikan terus mengikuti pembaruan informasi resmi dari BMKG,” pungkasnya. (BC5)

















