
balibercerita.com –
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masih dapat terjadi di sebagian besar wilayah Bali dalam tiga hari ke depan.
Prakirawan Cuaca BMKG Bali, Luh Nyoman Didik Tri Utami menjelaskan, berdasarkan pantauan radar terkini, hujan masih terkonsentrasi di banyak wilayah dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat. Hingga pukul 13.00 Wita, data penakar hujan mencatat curah hujan tertinggi berada di Kabupaten Klungkung dengan angka 41,4 mm.
“Hujan yang terjadi dipicu oleh adanya belokan angin dan konvergensi yang menyebabkan penumpukan massa udara. Kondisi ini meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif. Selain itu, suhu permukaan laut yang hangat juga mendukung pembentukan awan hujan,” terangnya, Senin (15/9).
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dapat turun pada hampir semua waktu, baik dini hari, pagi, siang, maupun malam. Kondisi ini terjadi karena Bali sedang berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan yang rawan cuaca ekstrem.
Untuk wilayah Badung dan Denpasar, BMKG memprediksi potensi hujan masih akan berlangsung hingga sore hari. Adapun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga terpantau di Badung Utara, Tabanan, serta meluas ke Kintamani dan Tejakula. Meski Denpasar mulai mengalami penurunan curah hujan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, hingga angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon.
Selain di daratan, BMKG juga memperingatkan masyarakat, nelayan, dan pelaku wisata bahari untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang. Dalam tiga hari ke depan, tinggi gelombang di perairan selatan Bali diperkirakan meningkat hingga 1–4 meter, terutama di Selat Lombok bagian selatan.
“Untuk saat ini, gelombang di perairan selatan Bali masih berkisar 0,5–2,5 meter dengan angin maksimum 20 knot. Namun dalam tiga hari mendatang diperkirakan naik hingga 4 meter,” jelasnya.
Sementara itu, di perairan utara Bali, tinggi gelombang relatif lebih rendah yakni berkisar 0,5–1,5 meter dengan kecepatan angin maksimum 20 knot. BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi demi keselamatan bersama. (BC5)
















