balibercerita.com –
Keindahan Pantai Kuta kembali ternoda oleh ulah tangan-tangan jahil. Belum genap dua bulan sejak aksi vandalisme sebelumnya, tembok toilet di kawasan wisata ikonik itu kembali dicorat-coret dengan tulisan besar “4CKA”, lengkap dengan tambahan “Oska Vandals” dan angka “25”. Ironisnya, coretan itu muncul tepat di lokasi yang sama dengan insiden sebelumnya, padahal dinding tersebut baru saja dibersihkan dan ditutup oleh pengelola.
Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa mengaku prihatin dengan kejadian berulang ini. “Yang sebelumnya sudah kami tutup, tapi muncul lagi coretan baru. Memang terlihat lebih rapi dibuat, tapi jauh lebih bagus kalau bersih tanpa coretan,” ujarnya belum lama ini.
Aksi vandalisme itu pertama kali diketahui oleh petugas lapangan pada Rabu pekan lalu saat melakukan patroli rutin. Mereka mendapati dinding yang semula bersih kembali berubah dengan goresan mencolok. Sayangnya, kamera pengawas tidak merekam pelaku karena lokasi kejadian berada di luar jangkauan CCTV.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak pengelola telah melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung untuk segera dilakukan pembersihan. “Sudah kami koordinasikan, tapi memang belum ada tindak lanjut. Kami berharap segera dibersihkan karena sangat mengganggu pemandangan,” kata Arya.
Ia menambahkan, kasus serupa bukan yang pertama. Beberapa titik lain di kawasan pantai juga pernah menjadi sasaran aksi vandalisme serupa. Upaya pembersihan memang dilakukan, namun bekas coretan sulit dihapus sepenuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola kini memperketat pengawasan. Sebanyak 26 anggota satuan tugas (satgas) disiagakan bergantian dalam tiga shift setiap hari untuk menjaga area pantai yang membentang luas itu. “Patroli akan kami maksimalkan, tapi tentu tidak semua titik bisa kami pantau sekaligus. Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak berwenang agar ada efek jera bagi pelaku,” tegasnya. (BC5)



















