balibercerita.com –
Dinas PUPR Kabupaten Badung melakukan perkuatan bantaran Tukad Mati, titik Jalan Tuan Lange, Kuta. Selain karena kondisinya yang mulai mengalami kerusakan minor, hal itu untuk memastikan kondisi bantaran tetap kokoh saat sistem pompa di hilir Tukad Mati mulai beroperasi.
Pemasangan 6 unit pompa dilakukan untuk mempercepat pengaliran air dari Tukad Mati menuju laut. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi banjir di wilayah Legian dan Seminyak.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra mengatakan, perkuatan dinding Tukas Mati titik Jalan Tuan Lange, Kuta, dilakukan sekitar 170 meter, mulai dari belakang Arjuna Futsal hingga mendekati long storage Tukad Mati. Hal dilakukan karena terdapat kerusakan minor pada dinding sungai.
Titik tersebut juga dinilai sebagai salah satu bagian bantaran yang relatif lemah di sepanjang aliran Tukad Mati. “Perbaikan dilakukan mulai awal Agustus, dengan target rampung dua bulan pengerjaan,” ujarnya, Rabu (12/8).
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR Badung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Proyek senilai Rp7 miliar itu tidak akan mengubah kondisi maupun ketinggian dinding sungai. Saat hujan, ketinggian air di kawasan tersebut juga masih berada di bawah batas dinding sehingga kondisinya dinilai aman. Selain memperkuat bantaran, dinding tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai akses operasional untuk kegiatan pembersihan sungai.
Di sisi lain, persiapan pemasangan pompa di muara Tukad Mati terus berjalan. Proses tersebut telah dimulai sekitar sebulan lalu dan kini memasuki tahap persiapan serta pemasangan awal. Sebanyak 6 unit pompa akan dipasang. Masing-masing memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter per detik sehingga secara keseluruhan mampu mengalirkan hingga 30 ribu liter air per detik.
Pompa tersebut bernilai sekitar Rp64 miliar dan menggunakan produk Grundfos. Perangkat pompa nantinya dirakit langsung di lokasi. “Sekarang sudah mulai tahap pemasangan. Targetnya 30 Desember 2026 sudah selesai dan beroperasi,” jelas Rama.
Menurutnya, pompa tersebut dirancang untuk membantu mempercepat aliran air dari Tukad Mati menuju laut lepas. Meski memiliki kapasitas cukup besar, pengoperasiannya tidak akan dilakukan secara sembarangan.
Pengoperasian pompa nantinya menyesuaikan dengan kondisi dan ketinggian air di sungai. Karena itu, penguatan bantaran menjadi salah satu bagian yang dipersiapkan bersamaan dengan pembangunan sistem pompa. “Operasionalnya nanti tentu menyesuaikan dengan level ketinggian air. Itu juga menjadi dasar kenapa titik bantaran yang rawan perlu diperkuat,” pungkasnya. (BC5)


















