balibercerita.com –
Sejumlah wilayah di Provinsi Bali diguyur hujan sejak Sabtu (8/11), dan hingga Minggu (9/11), intensitasnya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berdasarkan pengamatan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar kondisi ini menandakan bahwa wilayah Bali resmi memasuki musim hujan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang dapat muncul akibat perubahan cuaca ekstrem. Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, I Gede Agus Mahendra menjelaskan, sebagian besar wilayah di Pulau Dewata telah mengalami awal musim hujan sejak November ini. “Sebagian besar wilayah Bali pada November ini sudah memasuki awal musim hujan,” ujar Mahendra saat dikonfirmasi, Minggu (9/11).
Ia menambahkan, puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas bervariasi terpantau di sejumlah wilayah, mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat yang bisa berlangsung sejak pagi hingga sore hari. “Khusus pada pesisir selatan Bali, hujan dominan terjadi dini hari, siang, dan sore hari,” ungkapnya.
Untuk tiga hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi. Terutama untuk wilayah Badung, Denpasar, Bangli, Buleleng, dan Karangasem.
Namun, tinggi gelombang laut tidak dipengaruhi oleh musim hujan, melainkan didukung oleh angin dan faktor tertentu. seperti fase bulan baru, bulan purnama, dan fase perigee (jarak terdekat bulan dengan bumi). “Untuk saat ini ketinggian gelombang laut di perairan selatan bali berkisar antara 0,5 – 2,5 meter dan diprediksi akan menurun dalam tiga hari ke depan,” jelasnya.
Mahendra juga mengingatkan bahwa di awal musim hujan ini, berbagai potensi bencana seperti genangan air, banjir, dan angin kencang berisiko terjadi. Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati serta memantau informasi terbaru terkait kondisi cuaca.
“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan, seperti genangan air, banjir, dan angin kencang tiba-tiba yang dapat menyebabkan pohon tumbang, serta update informasi cuaca dari BMKG,” paparnya. (BC9)



















