Bali Jadi Pusat Inovasi Teknologi dan Riset Dermatologi Asia di PIT XX Perdoski 2025

0
151
Perdoski
Pemaparan narasumber terkait acara PIT XX Perdoski 2025 dan 1st PAN Asia Conference of Dermatology. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Transformasi besar di dunia dermatologi sedang berlangsung dan Asia kini berada di garis depan. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XX Perdoski 2025 yang bersamaan dengan 1st PAN Asia Conference of Dermatology resmi dibuka di Bali. Acara ini menjadi panggung utama bagi kolaborasi riset, adopsi teknologi mutakhir, dan pengembangan praktik klinis berbasis sains.

Dengan mengusung tema “Empowering the Leading Role of Dermatology, Venereology and Aesthetic Specialists in Enhancing Skin Health From Asia to The World”, konferensi ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi digital, penelitian biomolekuler, dan pendekatan klinis personalisasi dalam menjawab tantangan dermatologi masa kini.

Ketua panitia, Dr. dr. Ketut Kwartantaya Winaya, Sp.D.V.E., Subsp. O.B.K., FINSDV, FAADV, menekankan bahwa kini saatnya spesialis DVE di Asia menjadi motor utama dalam pengembangan teknologi medis yang relevan dengan kondisi regional. “Asia memiliki karakteristik kulit dan penyakit yang unik. Dengan data dan riset yang terus berkembang, kita bisa mengembangkan solusi berbasis AI, teledermatologi, hingga terapi genetik yang lebih presisi,” ungkapnya.

Baca Juga:   Sambut Tahun Saka 1945, Kedux dan Banjar Tain Siat Tampilkan Ogoh-ogoh Special

Konferensi ini memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang mulai diterapkan dalam praktik dermatologi Asia, seperti AI-assisted diagnosis untuk deteksi dini kanker kulit dan kelainan pigmentasi berbasis foto klinis. Platform teledermatologi untuk menjangkau daerah terpencil, yang terbukti efektif selama pandemi dan kini terus dikembangkan. Riset stem cell dan terapi regeneratif yang mulai memasuki tahap uji klinis untuk peremajaan kulit dan pengobatan luka kronis. Pengembangan database regional berbasis big data untuk memetakan respons kulit Asia terhadap obat, cuaca, dan polusi.

Beberapa startup dan pusat riset dermatologi dari Indonesia, Korea Selatan, Jepang, dan India turut mempresentasikan teknologi unggulan mereka selama simposium dan workshop.

Baca Juga:   Semakin Dicari, Ternyata Buah Salju Banyak Manfaatnya

Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV, Ketua Umum Perdoski, mengungkapkan bahwa Indonesia tengah mendorong pembentukan dermatology innovation hub yang akan mengintegrasikan kolaborasi riset antara kampus, klinik, dan industri. “Kami ingin menjadikan Perdoski sebagai pusat koordinasi riset dermatologi Asia, agar inovasi kita tidak hanya bersifat lokal, tapi punya daya saing global,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perdoski juga tengah mempersiapkan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031, yang akan menjadi peluang emas untuk memamerkan kekuatan riset dermatologi Asia ke dunia.

Presiden Asian Academy of Dermatology and Venereology (AADV), Prof. Dr. dr. M. Yulianto Listiawan, menyatakan bahwa era baru dermatologi menuntut sinergi yang kuat antarnegara, terutama dalam pengembangan teknologi berbasis riset populasi Asia. “Tantangan kita tidak bisa dihadapi sendiri. Kita perlu saling berbagi data, metode riset, dan hasil uji klinis agar dapat melahirkan inovasi yang efektif dan relevan secara regional,” sebutnya.

Baca Juga:   LPSK Tegaskan Komitmen Negara Penuhi Hak Korban Terorisme

Sementara itu, President Asian League of Dermatological Societies (ALDS), Dr. Steven Chow menambahkan bahwa konferensi ini bisa menjadi pintu masuk untuk menyusun standar teknologi dan etika riset regional, yang selama ini didominasi oleh pendekatan Barat.

Dari Bali, gelombang baru dermatologi berbasis riset dan teknologi mulai digerakkan. PIT XX Perdoski 2025 dan 1st PAN Asia Conference of Dermatology membuktikan bahwa Asia tidak lagi hanya sebagai pengguna teknologi medis, tapi siap menjadi pencipta inovasi dermatologi global. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini