Denpasar, balibercerita.com –
Setelah merilis dua single bertajuk “Putih” pada 2022 dan “Meraih Rindu” di awal 2024, SIRA, moniker dari musisi Tanksi Putra asal Ubud kembali mempersembahkan karya terbarunya. Single ketiga bertajuk “Jembatan Jiwa” resmi dirilis pada 31 Juli 2025 di berbagai platform musik digital.
Mengusung tema kasih sayang antara ayah dan anak, Jembatan Jiwa menjadi penanda perjalanan emosional dan artistik SIRA dalam memahami bentuk cinta yang tak selalu terucap. “Saya menggambarkannya dalam bentuk kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya. Ayah punya cara yang berbeda-beda dalam menyayangi buah hatinya,” ujar SIRA saat ditemui di Denpasar.
Inspirasi lagu ini datang dari momen sederhana namun menyentuh, saat ia melihat seorang teman bercengkrama dengan anaknya di tengah tongkrongan. Momen tersebut menggugah kenangannya akan sosok sang ayah yang tak banyak berkata, namun selalu hadir lewat tindakan.
“Sebagai anak, saya menyadari bahwa ayah saya tidak banyak mengungkapkan rasa cintanya secara langsung. Tapi yang ia lakukan untuk saya, melebihi dari kata-kata,” tambahnya.
Dalam proses kreatif “Jembatan Jiwa”, SIRA menggandeng musisi-musisi berbakat seperti Onki Chrisna dan Noriz Kiki sebagai produser sekaligus music director. Keduanya turut berperan dalam pengisian instrumen musik. Vokal utama & vokal latar yakni I Kadek Adi Putra (SIRA), gitar elektrik & akustik I Nyoman Chrisna Winata (Onki), betotan bass dari I Nyoman Chrisna Winata dan Ida Bagus Andi Ranisa (Toblo), dan drum yaitu Norbertus Rizki Susanto (Noriz Kiki)
Proses rekaman berlangsung di dua studio berbeda yakni Kebalik Studio dan Taman Bermain Nosstress. Mixing dikerjakan oleh Onki di Kebalik Studio, sementara mastering ditangani Putu Deny Surya di Lengkung Langit Studio. Tak hanya aspek musik, visual single ini pun digarap dengan serius.
Fotografer kawakan, Ayyiex Falgunadi bertanggung jawab atas foto sampul. Sementara, desain grafisnya dipercayakan kepada Krishnanda Adipurba, bassis dari band Navicula.
Jembatan Jiwa menjadi jembatan literal dan simbolis menuju debut mini album SIRA bertajuk “SIRA”, yang dijadwalkan rilis pada 21 Agustus 2025. Nama SIRA dalam bahasa Bali berarti siapa, dan dipilih sebagai upaya memperkenalkan kembali identitas musikalnya kepada publik.
“Lewat EP ini, saya ingin memperkenalkan siapa SIRA. Perkenalannya lewat lagu-lagu yang mewakili perjalanan dan keresahan saya,” pungkasnya.
Dengan narasi yang personal dan musik yang intim, “Jembatan Jiwa” menjadi langkah konsisten SIRA dalam membangun koneksi emosional dengan pendengarnya, sebuah jembatan jiwa, dari hati ke hati. (BC5)
















