Denpasar, bali bercerita.com –
Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan langkah-langkah konkret dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keluhan bahan bakar di wilayah Bali. Tidak hanya melakukan investigasi menyeluruh dan pengujian laboratorium yang saat ini masih berjalan, Pertamina Patra Niaga juga aktif berkoordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk stakeholder daerah, guna memastikan penanganan yang cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Salah satu bentuk nyata upaya ini adalah bertemu dengan anggota DPD RI Provinsi Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik dalam agenda rapat dengar pendapat yang dilaksanakan pada Senin (23/6), di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Bali di Denpasar. Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas secara langsung keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kanal publik, termasuk media sosial.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aji Anom Purwasakti menyampaikan tindak lanjut penanganan keluhan masyarakat yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan saat ini serta solusi cepat yang dilakukan Pertamina. Yaitu dengan menyediakan helpdesk di SPBU dan juga melakukan kerja sama dengan beberapa bengkel untuk menangani perbaikan kendaraan-kendaraan yang terdampak.
“Kami sangat concern terhadap penanganan keluhan dari masyarakat, sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami melakukan respons cepat terkait laporan tersebut dengan menurunkan tim untuk melakukan pengecekan ke SPBU dan melakukan pengecekan ke bengkel yang pertama kali melaporkan permasalahan pada kendaraan tersebut,” papar Aji Anom.
Selain melakukan uji sampel di lab Pertamina, pihaknya juga dilakukan uji sampel ke Lab Lemigas. Pertamina saat ini juga menyediakan helpdesk di SPBU-SPBU dan melakukan kerjasama dengan beberapa bengkel untuk menangani perbaikan kendaraan yang terdampak, serta mengganti biaya perbaikan atau penggantian filter fuel dan cleaning tangki kendaraan yang terdampak. Dalam kesempatan tersebut, tim Pertamina Patra Niaga juga berdiskusi dan meminta saran serta masukan dari Ni Luh Djelantik terkait produk dan layanan Pertamina agar ke depannya lebih baik.
Sementara, Niluh Djelantik menyampaikan bahwa pertemuan itu diadakan untuk mendapatkan solusi atas keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kanal Lapor Niluh di media sosial. Diharapkan, dalam rapat dengar pendapat yang juga terbuka untuk umum itu didapatkan penjelasan dan juga solusi atas laporan masyarakat dari pihak Pertamina.
Ia meminta agar hasil investigasi disampaikan kepada publik dan menyampaikan kepada masyarakat yang mengalami permasalahan untuk mengedepankan empati dan menyebarkan berita baik atas solusi cepat yang disampaikan Pertamina. “Rapat dengar pendapat ini memang saya buka dadakan untuk publik dan hari ini memang kita lakukan secara live, karena di saat masyarakat mengadu dan kemudian pemerintah mengapresiasi pengaduan masyarakat serta menyampaikan solusi, maka masyarakat juga harus mengapresiasi balik dengan cara bantu share,” paparnya.
Ahad Rahedi, Manager Communication selaku Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyampaikan bahwa mulai Senin (23/6), Pertamina Patra Niaga telah menyediakan 23 titik lokasi helpdesk di wilayah Bali dan 7 bengkel rekanan. Jumlah ini nantinya akan ditambah agar mempermudah masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran dan kritik untuk perbaikan layanan distribusi energi.
Tim Pertamina wilayah Bali juga akan melakukan koordinasi lanjutan dengan beberapa stakeholder daerah dan pejabat terkait agar isu terkait keluhan masyarakat ini dapat tertangani dengan baik. “Kami percaya bahwa penanganan isu ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan saran dan masukan dari stakeholders terkait di Bali agar langkah yang ditempuh dapat efektif dan tepat sasaran.” pungkas Ahad. (BC5)


















