
Denpasar, balibercerita.com –
Guncangan gempa bumi dirasakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kuta Selatan dan Kuta, dalam durasi singkat pada Senin (25/7) sore. Kendati demikian, hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami yang dilakukan Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tektonik itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, S.E., S.Si., dalam siaran persnya menerangkan, gempa bumi tektonik itu terjadi pada pukul 17.09 Wita. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 3,7 itu terletak pada koordinat 8,76° LS; 115,28° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 7 km timur laut Kuta Selatan, pada kedalaman 11 km.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar mendatar (strike-slip fault) di dasar laut,” ucapnya.
Dipaparkannya, dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, berupa guncangan yang dirasakan di wilayah Denpasar, Kuta, Jimbaran, Gianyar III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk berlalu. Guncangan gempa juga dirasakan di wilayah Kabupaten Klungkung I – II MMI, yaitu berupa bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung. Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 17.26 Wita, menunjukkan tidak adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya. (BC5)
















