balibercerita.com –
Pencarian seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana yang hilang setelah sampannya pecah di perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari dilakukan pencarian, I Gusti Putu Sugiarta (38) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi, Minggu (13/9).
Sugiarta sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampan fiber berwarna putih bernama Rahayu yang ditumpanginya bersama dua rekannya mengalami kerusakan parah akibat menghantam kayu yang mengapung di tengah laut, Kamis (10/9) pagi. Saat kejadian, ketiganya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pecahan sampan.
Mereka terombang-ambing di laut selama sekitar 30 menit. Dua nelayan, yakni Samsul Hadi (36) dan Neri Mutakin (28), berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas. Namun, Sugiarta tidak lagi terlihat ketika bantuan tiba di lokasi.
Upaya pencarian awal dengan menyisir sekitar lokasi kejadian juga belum membuahkan hasil. Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 11.15 Wita dari anggota Polair Polres Jembrana, Ida Bagus Tripana.
Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana kemudian dikerahkan bersama unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian. Pencarian terus dilakukan dengan mengoptimalkan sejumlah alat utama sistem (alut) SAR laut. Hingga pencarian memasuki hari keempat pada Minggu (13/9), penyisiran dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan dan diarahkan ke perairan Banyuwangi.
Sejumlah armada dikerahkan, diantaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi, serta dua perahu milik keluarga korban. Meski kondisi laut diwarnai gelombang tinggi, tim tetap melanjutkan pencarian sejak pagi.
Hasilnya datang sekitar pukul 15.50 Wita. Seorang nelayan Banyuwangi menemukan jasad seorang pria di kawasan muara Pantai Banyuwangi. Saat pertama ditemukan, korban tidak membawa identitas sehingga jenazah sempat dimakamkan oleh pihak setempat.
Informasi penemuan tersebut kemudian diterima tim SAR gabungan dan dikoordinasikan dengan keluarga korban. Setelah dilakukan konfirmasi, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan I Gusti Putu Sugiarta, nelayan asal Cupel yang sebelumnya dilaporkan hilang. “Memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan.
Setelah dipastikan sebagai Sugiarta, jenazah kemudian dibawa menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan. Sekitar pukul 17.00 Wita, perahu tiba di pantai tersebut dan langsung disambut Tim SAR gabungan untuk proses evakuasi. “Selanjutnya tim SAR bersama tim SAR gabungan melaksanakan evakuasi dan akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,” jelas Dewa.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan, pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan alut SAR laut serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait. “Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terakhir terlihat,” katanya.
Dalam operasi pencarian tersebut, turut terlibat personel Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, serta nelayan dan masyarakat setempat. (BC5)

















