balibercerita.com –
Bagi kawasan Seminyak, Chez Gado-gado bukan sekadar tempat makan. Restoran yang telah lama berdiri di kawasan pariwisata tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kuliner Seminyak dan dikenal memiliki pelanggan dari berbagai kalangan.
Kebakaran yang melanda restoran itu pun menyisakan keprihatinan bagi Desa Adat Seminyak. Chez Gado-gado Restaurant milik PT Bali 66 Citra Persada di Jalan Camplung Tanduk Nomor 99, Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung, terbakar pada Minggu (30/8) sekitar pukul 19.40 Wita.
Bendesa Adat Seminyak, I Made Puspita mengatakan, Chez Gado-gado termasuk salah satu restoran yang telah lama beroperasi dan memiliki nama yang cukup dikenal di kawasan tersebut. “Restoran itu termasuk yang legendaris di Seminyak. Tamu-tamunya semua middle up,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan usaha-usaha yang telah lama berdiri turut menjadi bagian dari wajah pariwisata Seminyak. Karena itu, kebakaran yang menimpa restoran tersebut menjadi perhatian masyarakat adat setempat.
“Kebakaran yang terjadi di salah satu resto di desa kami ini pastinya membuat kepanikan, kerusakan serta kerugian, baik materiil maupun nonmateriil. Saya mewakili masyarakat Desa Adat Seminyak turut prihatin atas musibah ini,” katanya.
Di balik musibah tersebut, Puspita berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan, khususnya bagi pelaku usaha yang berada di kawasan padat aktivitas wisata. Kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang dinilai membuat risiko kebakaran perlu mendapat perhatian lebih. Menurutnya, kemampuan melakukan penanganan awal menjadi hal penting sebelum api membesar.
Ia pun mendorong adanya pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), baik bagi masyarakat maupun pekerja usaha. “Semoga ke depannya kita semua bisa meningkatkan lagi kewaspadaan dan mungkin mengadakan pelatihan APAR untuk antisipasi, karena sangat riskan pada musim panas dan angin seperti sekarang,” ujarnya. (BC5)
















