Transfer Antarterminal di Bandara Ngurah Rai Kini Cuma 15 Menit

0
7
Bandara Ngurah Rai
Jembatan transfer penumpang di Bandara Ngurah Rai saat pertama kali beroperasi. (ist)

balibercerita.com –
Perpindahan penumpang dari terminal internasional ke domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kini semakin praktis. Jembatan penghubung transfer terminal internasional-domestik resmi beroperasi mulai Senin (17/8), bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fasilitas baru tersebut langsung digunakan penumpang pada hari pertama pengoperasian. Sebanyak 16 penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA715 rute Sydney-Bali yang tiba pukul 14.40 Wita menjadi penumpang pertama yang memanfaatkan jembatan transfer untuk melanjutkan penerbangan domestik menuju Cengkareng, Surabaya dan Kulon Progo.

Pada malam harinya, layanan transfer dari terminal domestik menuju internasional juga mulai digunakan. Sebanyak enam penumpang Garuda Indonesia GA420 rute Cengkareng-Bali menjadi pengguna pertama yang melanjutkan perjalanan ke terminal keberangkatan internasional melalui fasilitas tersebut.

Baca Juga:   RPJMD Karangasem 2025–2029 Ditetapkan, Ini Fokusnya

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati mengatakan, jembatan transfer tersebut dihadirkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan nyaman bagi penumpang yang melakukan penerbangan lanjutan. Salah satu perubahan signifikan yang ditawarkan fasilitas ini adalah waktu proses transfer.

Jika sebelumnya perpindahan dari kedatangan internasional menuju keberangkatan domestik membutuhkan rata-rata 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi, kini prosesnya ditargetkan masing-masing menjadi sekitar 15 menit dan 45 menit. Sementara itu, transfer dari kedatangan domestik menuju keberangkatan internasional yang sebelumnya membutuhkan rata-rata 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi juga mendapat efisiensi melalui fasilitas baru tersebut.

Penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass penerbangan lanjutan tidak lagi perlu keluar dari gedung terminal kedatangan untuk kemudian masuk kembali melalui terminal keberangkatan. Bagasi tercatat juga tidak perlu diambil oleh penumpang karena akan diproses secara simultan oleh ground handling dan maskapai untuk diteruskan ke penerbangan berikutnya.

Baca Juga:   Pentingnya Sistem Komunikasi dalam Mendukung Keberhasilan Operasi SAR

“Dengan fasilitas ini, penumpang transfer yang telah memiliki boarding pass lanjutan tidak perlu keluar gedung terminal kedatangan dan kembali masuk ke terminal keberangkatan. Demikian pula penumpang transfer tidak perlu mengambil bagasi tercatat,” jelasnya.

Untuk memastikan proses perpindahan tetap memenuhi ketentuan perjalanan internasional maupun domestik, jembatan transfer dilengkapi konter imigrasi, bea cukai, badan karantina, serta security check point. Fasilitas tersebut juga mendukung pemeriksaan dokumen All Indonesia.

Akses jembatan dari terminal kedatangan internasional berada di area arrival hall dan mengarahkan penumpang menuju gate 1 terminal keberangkatan domestik. Sementara dari terminal kedatangan domestik, akses berada di depan pintu keluar kedatangan dan terhubung menuju gate 1 terminal keberangkatan internasional. Untuk menunjang kenyamanan penumpang, fasilitas tersebut juga dilengkapi eskalator dan lift, termasuk untuk penumpang yang membutuhkan layanan khusus seperti pengguna kursi roda.

Baca Juga:   Amankan 5 Event Internasional, Polda Bali Kerahkan 895 Personel

Pengoperasian jembatan transfer ini menjadi bagian dari upaya Bandara Ngurah Rai meningkatkan konektivitas dan menciptakan perjalanan yang lebih seamless bagi penumpang transit. Ke depan, pengelola bandara menargetkan semakin banyak maskapai yang dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. “Kami menargetkan untuk secara berkesinambungan menambah jumlah maskapai penerbangan yang penumpangnya dapat dilayani fasilitas ini,” pungkas Nugroho Jati. (BC5)