balibercerita.com –
Wajah baru pedestrian Jalan Pantai Kuta mulai perlahan terlihat. Pada Jumat (14/8), sejumlah pekerja nampak giat melakukan pemasangan batu andesit yang menjadi salah satu material utama pada jalur pedestrian.
Melalui penataan yang berlangsung secara bertahap, koridor Jalan Pantai Kuta perlahan diarahkan menjadi ruang publik yang lebih nyaman, tertata dan memiliki karakter yang selaras dengan citra Kuta sebagai salah satu destinasi utama pariwisata Bali.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, pedestrian di Jalan Pantai Kuta memang sudah mulai berproses pemasangan andesit yang dikombinasikan dengan material lainnya. Pemasangan dilakukan secara bertahap pada ruas sepanjang sekitar 1,03 kilometer, membentang dari eks Hotel Bali Anggrek hingga kawasan depan Beachwalk. Pedestrian yang ditata memiliki lebar kurang lebih 5,15 meter.
Penataan pedestrian tidak sekadar menghadirkan jalur pejalan kaki. Ruang tersebut juga akan dilengkapi taman, sejumlah fasilitas pendukung, serta penataan jaringan utilitas sehingga kawasan di sepanjang Pantai Kuta nantinya terlihat lebih tertata. “Di dalam pemasangan andesit itu ada pedestrian, ada taman, serta fasilitas lainnya untuk pejalan atau utilitas,” jelasnya.
Salah satu perubahan yang juga disiapkan adalah penataan jaringan utilitas. Kabel listrik maupun jaringan milik provider yang selama ini berada di atas akan diturunkan ke bawah tanah. Langkah ini diharapkan membuat koridor Pantai Kuta lebih bersih secara visual sekaligus mendukung kenyamanan kawasan.
Pemilihan batu andesit juga bukan tanpa pertimbangan. Menurut Teddy, material tersebut dipilih dengan memperhatikan karakter Jalan Pantai Kuta sebagai kawasan destinasi wisata. “Secara estetika, kalau penggunaan paving, kesannya kurang bagus. Ini kan kawasan destinasi pariwisata, kawasan yang berkualitas menuju akses pariwisata,” katanya.
Batu andesit yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 5 sentimeter. Material tersebut dipadukan dengan elemen penataan lainnya agar pedestrian tidak hanya berfungsi sebagai ruang berjalan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah baru kawasan wisata Pantai Kuta.
Sejumlah pekerjaan telah berjalan, mulai dari pekerjaan umum dan penerapan sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK), hingga pekerjaan drainase berupa saluran U pracetak, tutup U-ditch pracetak, frame dan manhole. Pekerjaan tanah dan geosintetik juga mulai dilakukan, termasuk galian biasa, timbunan pilihan dari sumber galian hingga pemotongan pohon. Pembongkaran kerb dan ubin eksisting turut dilakukan untuk menyiapkan ruang penataan baru.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap dari sejumlah titik sepanjang lintasan. Hingga kini belum terdapat kendala berarti yang menghambat pelaksanaan proyek. Namun, pada beberapa titik masih terdapat area yang berkaitan dengan bangunan atau lahan masyarakat yang belum siap untuk dibongkar. Untuk bagian yang masuk dalam area penataan, proses pembongkaran dilakukan secara mandiri oleh pelaksana proyek. (BC5)


















