balibercerita.com –
Upaya pencarian terhadap Gede Adimas Raditya Wibawa, bocah berusia 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, dihentikan setelah hari ketujuh pencarian. Hingga operasi SAR ditutup, korban belum ditemukan.
Penghentian operasi SAR dilakukan di Kantor Desa Gerokgak, Rabu (30/9). Meski operasi resmi dihentikan, pemantauan di sepanjang pesisir utara Pantai Gerokgak tetap dilakukan dengan melibatkan kelompok-kelompok nelayan setempat.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Dony Indrawan mengatakan, keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh lokasi yang dicurigai menjadi area keberadaan korban telah disisir oleh tim SAR gabungan. “Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok-kelompok nelayan yang berada di pesisir utara Pantai Gerokgak,” terang Dony.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan secara maksimal sejak hari pertama korban dilaporkan terseret arus. Tim SAR Gabungan menyisir wilayah laut maupun daratan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. “Tadi SRU laut sudah melaksanakan pencarian dengan luas area mencapai 40 NM², sedangkan penyisiran darat sejauh 5 kilometer,” katanya.
Menurut Dony, seluruh lokasi yang dicurigai telah dilakukan pencarian. Namun hingga operasi SAR dihentikan, target pencarian masih belum ditemukan.
Kendati operasi resmi ditutup, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar memastikan upaya pemantauan tetap berjalan. Operasi SAR juga dapat kembali dibuka apabila sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda baru yang mengarah pada keberadaan korban.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pencarian Gede Adimas. “Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan, semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.
Operasi pencarian melibatkan unsur Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Polairud Polda Bali, Polair Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Gerokgak, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, aparat Kecamatan Gerokgak, aparat Desa Gerokgak, PT Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, keluarga korban serta masyarakat setempat. (BC5)

















