balibercerita.com –
Perhelatan MotoGP Mandalika 2026 tinggal menghitung hari. Persiapan ajang balap motor dunia tersebut disebut telah mencapai sekitar 95 persen, sementara pergerakan tiket terus menunjukkan tren positif. Bahkan, kuota tiket khusus penonton asal Nusa Tenggara Barat (NTB) telah habis terjual dan penyelenggara kembali membuka kuota berikutnya.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka mengatakan, antusiasme penonton menjadi salah satu indikator positif menjelang gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Menurutnya, geliat penjualan tiket tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga mulai menjangkau pembeli dari luar negeri. “Dari persiapan total 95 persen, dari pergerakan tiket juga cukup agresif. Artinya, khusus tiket dari NTB saja sudah 100 persen habis kuota satu. Kita buka lagi untuk kuota dua,” ujar Troy.
Menariknya, pembelian tiket juga datang dari sejumlah negara. Troy menyebut terdapat pembeli asal Monako yang telah membeli tiket untuk menyaksikan MotoGP di Mandalika. Kondisi tersebut membuat ITDC optimistis gelaran tahun ini dapat berlangsung lebih siap dan rapi. Terlebih, kehadiran BMW Motorrad Days Bali yang sebelumnya digelar di kawasan The Nusa Dua dinilai turut menjadi bagian dari rangkaian dukungan menuju MotoGP Mandalika.
Menurut Troy, komunitas pengguna BMW Motorrad berpotensi ikut bergerak menuju Mandalika saat MotoGP berlangsung. Hal ini sejalan dengan posisi BMW Motorrad sebagai salah satu bagian dari ekosistem road to MotoGP.
Selain antusiasme penonton, MotoGP Mandalika tahun ini juga memiliki daya tarik dari sisi pembalap Indonesia. Nama Mario Aji dan Veda Ega Pratama menjadi perhatian, ditambah debut Moto4 yang untuk pertama kalinya digelar di Mandalika. “Tapi jangan lupa juga ada Moto4. Jadi Moto2, Moto3, ada Moto4. Nah, Moto4 ini adalah debutan pembalap-pembalap. Ada pembalap Indonesianya, cukup banyak,” jelasnya.
Menurutnya, Moto4 menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan pembalap muda. Keberadaan kelas tersebut menunjukkan Sirkuit Mandalika tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan balapan internasional, tetapi juga membuka ruang bagi proses pembibitan pembalap sejak usia dini.
Dari sisi fasilitas, kesiapan sirkuit juga terus diperkuat. ITDC menyiapkan storage baru untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan MotoGP, termasuk penyimpanan bensin, karet dan ban. Sistem keamanan kebakaran juga diperbarui dengan fire pump yang didatangkan dari Australia. “Fire pump semua kita impor dari Australia dan sudah mendapat legalisasi dari Damkar NTB dan memang ini menjadi salah satu mungkin yang terbaik di Indonesia secara sistem,” ungkap Troy.
Fasilitas lain yang turut dikembangkan adalah Kamand Garage. Sebanyak 53 mobil mewah milik pengguna saat ini disimpan di kawasan Mandalika. Saat gelaran MotoGP berlangsung, kendaraan tersebut akan disimpan dan setelahnya dapat digunakan untuk aktivitas berkeliling di kawasan sirkuit.
Ke depan, ITDC juga membuka peluang agar aktivitas tersebut diperluas ke wilayah NTB hingga Mataram. Pembahasan terkait rencana tersebut masih dilakukan.
Sementara itu, dari sisi kunjungan, Troy menyebut pergerakan menuju Mandalika mulai terlihat dari berbagai sektor. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga restoran, kafe, UMKM hingga konektivitas penerbangan. Sejumlah maskapai seperti TransNusa, Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air disebut menyiapkan penerbangan tambahan menuju Lombok. Bahkan, tambahan penerbangan mencapai enam hingga tujuh extra flight.
“Jadi target 145.000 penonton dengan dampak ekonomi Rp5 triliun, insyaallah tercapai. Kita punya keyakinan yang cukup confidence karena memang ekosistemnya semakin baik,” ujarnya.
Menurut Troy, Bali juga memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan wisatawan menuju Mandalika. Posisi Bali sebagai salah satu hub penerbangan dinilai memberikan kontribusi terhadap kunjungan penonton MotoGP ke Lombok.
Ia menyebut dampak gelaran MotoGP terhadap akomodasi di Bali juga mulai terasa. Dengan konektivitas Bali-Mandalika yang semakin terbuka, pergerakan wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Lombok, tetapi turut memberi efek terhadap industri pariwisata Bali.
Troy menambahkan, target 145 ribu penonton dan dampak ekonomi Rp5 triliun tahun ini dipatok berdasarkan tren penyelenggaraan sebelumnya. Dampak ekonomi MotoGP Mandalika sebelumnya disebut mencapai sekitar Rp4,9 triliun, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp4,2 triliun. “Kalau ditanya apakah tercapai, bismillah tercapai karena perkembangannya cukup bagus. 145.000 penonton kita bisa. Rp5 triliun, karena kemarin Rp4,9 triliun, sebelumnya Rp4,2 triliun, harusnya bisa,” tandasnya. (BC5)

















