MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Bentuk Karakter Berbasis Teknologi, Etika, dan Budaya yang Ramah Lingkungan

0
57
SMK TI Bali Global Denpasar
Suasana pembukaan MPLS bagi siswa baru SMK TI Bali Global Denpasar. (ist)

balibercerita.com –
SMK TI Bali Global Denpasar menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema yang berfokus pada pendekatan ramah dan humanis, kegiatan yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026 di GOR Ngurah Rai Denpasar ini diikuti oleh 346 siswa baru.

Pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang secara holistik sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Bali, serta melibatkan berbagai departemen dan instansi eksternal untuk pengisian materi.

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh panitia, baik dari unsur manajemen, guru, maupun OSIS pendamping, telah dipersiapkan untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang bersifat senioritas. Sebagai gantinya, sekolah menerapkan pendekatan persuasif yang ramah dan menyenangkan.

Baca Juga:   14 Kampus di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan, Ini Alasannya

Sesuai dengan ciri khas sekolah yang berbasis teknologi, para siswa baru diperkenalkan secara menyeluruh pada fasilitas laboratorium penunjang lima kompetensi keahlian yang ada, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Animasi, dan Bisnis Digital.

“Mari kita wujudkan MPLS ini dengan ramah. Ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap sumber daya manusia. Tidak ada lagi arogansi atau emosional dalam pelaksanaan MPLS kali ini. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan humanisme agar anak-anak dapat mengembangkan diri di dunia teknologi dengan landasan karakter yang kuat, serta menerapkan prinsip 7S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sabar, dan Bersyukur, ” ujarnya.

Baca Juga:   Undiksha Buka Jalur SNBT 2026, Peluang Masuk PTN Masih Terbuka

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., menjelaskan bahwa MPLS ini merupakan fondasi penting bagi siswa untuk mengenal ekosistem sekolah secara utuh sejak sekolah ini didirikan pada tahun 2006. Siswa baru tidak hanya diperkenalkan pada aspek fisik seperti gedung, studio, dan tempat peribadatan, tetapi juga aspek sosiologis.

Mengingat para siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan daerah, mulai dari warga Bali, Jawa, Tionghoa, hingga berbagai suku di Indonesia, MPLS menjadi momentum berharga untuk belajar toleransi dan saling menghormati. Selain itu, pengenalan terhadap kurikulum, struktur manajemen, staf administrasi, hingga rekam jejak alumni berprestasi juga menjadi agenda utama.

“MPLS ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi siswa untuk mengenal jati diri sekolah, kurikulum, hingga nilai toleransi di tengah keberagaman. Kecerdasan teknologi mutlak diperlukan, namun jika tidak dibarengi dengan etika dan karakter budaya, nilai tersebut akan hampa. Di SMK TI Bali Global, etika, rasa peduli, dan karakter adalah satu hal yang paling utama, ” tegas Prof. Bandem.

Baca Juga:   Belasan Ribu Peserta Didik Baru di Badung Ikuti MPLS Ramah 2026/2027

Pihak sekolah memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa baru yang telah mengikuti jalannya kegiatan sejak hari pertama pembukaan dengan sangat tertib, disiplin, dan antusias. Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif ini, SMK TI Bali Global Denpasar optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap digital dan unggul secara akademik maupun non-akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berbudaya, serta integritas yang tinggi. (BC18)