TWS Belum Terbukti Picu Tumor Otak

0
6
TWS tumor otak
dr. Steven Awyono, Sp.BS, FTO. (kanan) dalam sebuah acara. (BC5)

balibercerita.com –
Kekhawatiran masyarakat mengenai penggunaan true wireless stereo (TWS) atau earphone nirkabel yang disebut-sebut dapat menyebabkan tumor otak kembali mendapat perhatian. Namun hingga saat ini, dunia medis masih menganggap penggunaan TWS aman karena belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan signifikan dengan munculnya tumor otak.

Dokter spesialis bedah saraf RS Kasih Ibu Kedonganan, dr. Steven Awyono, Sp.BS, FTO menjelaskan bahwa banyak anggapan yang berkembang di masyarakat berawal dari pengalaman atau kejadian yang bersifat kebetulan, kemudian berkembang menjadi mitos. Menurutnya, seseorang yang diketahui rutin menggunakan TWS lalu mengalami tumor otak sering kali memunculkan asumsi bahwa perangkat tersebut menjadi penyebab penyakit. Padahal, hubungan sebab-akibat tidak dapat disimpulkan hanya dari satu atau beberapa kasus.

Baca Juga:   RSUD Giri Asih Masih Kekurangan Dokter Spesialis

“Di masyarakat, mitos sangat mudah berkembang. Bukan berarti sepenuhnya salah, tetapi belum tentu benar. Untuk membuktikannya harus melalui penelitian ilmiah yang kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam dunia medis, sebuah dugaan harus diuji melalui penelitian berskala besar dengan metode yang terukur. Misalnya, melibatkan kelompok pengguna TWS dan kelompok yang tidak menggunakan TWS dalam jangka waktu panjang, kemudian membandingkan angka kejadian tumor otak pada kedua kelompok tersebut.

Namun, hasil penelitian tidak cukup hanya melihat jumlah kasus yang muncul. Para peneliti juga harus melakukan analisis statistik untuk mengetahui apakah perbedaan yang ditemukan benar-benar signifikan atau hanya terjadi secara kebetulan.

Baca Juga:   Kuta Selatan Masih Rawan Rabies

“Kalau ternyata setelah dihitung secara statistik tidak signifikan, maka belum bisa disimpulkan ada hubungan antara TWS dan tumor otak. Karena itu penelitian harus dilakukan secara berkelanjutan dan dalam waktu yang lama,” jelasnya.

Steven menambahkan, ilmu pengetahuan terus berkembang seiring munculnya penelitian baru. Karena itu, kesimpulan yang berlaku saat ini bisa saja berubah apabila di masa depan ditemukan bukti ilmiah yang lebih kuat. Meski demikian, berdasarkan data dan penelitian yang tersedia saat ini, belum ditemukan faktor risiko signifikan yang menghubungkan penggunaan TWS dengan tumor otak.

“Sampai saat ini TWS masih dianggap aman untuk tumor otak. Saya menyampaikan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Tentu penelitian akan terus berjalan dan berkembang,” katanya.

Baca Juga:   Dilema Penanganan Anjing Liar di Kuta Selatan, Antara Keselamatan dan Aturan

Ia mencontohkan, dalam dunia kesehatan, banyak faktor risiko penyakit yang baru dapat dipastikan setelah melalui penelitian lintas negara dan melibatkan populasi besar dalam jangka waktu panjang. Hasil penelitian di satu negara juga belum tentu sama dengan negara lainnya karena dipengaruhi berbagai faktor.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara ilmiah dan selalu merujuk pada sumber medis yang kredibel sebelum menarik kesimpulan terkait isu kesehatan yang berkembang di media sosial maupun lingkungan sekitar. (BC5)