balibercerita.com –
Pemkab Badung membangun stasiun pompa banjir di area muara Tukad Mati, tepatnya sekitar bendung gerak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Untuk kepentingan tersebut, Pemkab Badung menggelontorkan anggaran lebih dari Rp122 miliar.
Proyek strategis ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi genangan dan banjir yang kerap terjadi di sepanjang aliran Tukad Mati, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi bertepatan dengan pasang air laut yang menghambat aliran sungai menuju laut.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra menjelaskan bahwa keberadaan stasiun pompa akan mempercepat pembuangan debit air sungai sehingga risiko luapan dapat ditekan secara signifikan. “Secara spesifik, proyek ini bertujuan mengurangi risiko banjir dengan mempercepat aliran air menggunakan pompa banjir, terutama saat curah hujan tinggi maupun ketika terjadi pasang air laut,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian debit Tukad Mati menjadi sangat penting mengingat kawasan di sekitarnya merupakan wilayah padat aktivitas, mulai dari permukiman, jalan utama, hingga kawasan komersial yang memiliki peran vital bagi perekonomian daerah.
Selain mencegah luapan sungai, fasilitas ini juga diharapkan mampu melindungi berbagai infrastruktur strategis seperti jalan protokol, fasilitas publik, properti masyarakat, serta kawasan ekonomi dan pariwisata yang selama ini rentan terdampak genangan saat cuaca ekstrem.
“Fasilitas ini juga bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, meminimalkan risiko kerugian akibat banjir, serta memastikan aktivitas warga tetap berjalan lancar. Ini menjadi solusi teknis menghadapi kombinasi hujan deras dan pasang air laut yang sering menghambat aliran sungai ke laut,” tambahnya.
Proyek pembangunan stasiun pompa tersebut dikerjakan oleh PT Rafa Karya Indonesia dengan CV Prema Wangun Jaya sebagai konsultan supervisi. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 210 hari kalender.
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan, sosialisasi kepada masyarakat telah dilaksanakan pada 23 Juni 2026 di Kantor Camat Kuta. Menariknya, stasiun pompa ini akan diperkuat enam unit pompa berkapasitas total 30 ribu liter per detik.
Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mempercepat pengaliran air ke laut saat debit sungai meningkat sekaligus menjadi benteng baru dalam menjaga kawasan strategis Badung dari ancaman banjir yang selama ini menjadi persoalan berulang. (BC5)



















