balibercerita.com –
Dampak tumpukan sampah di kawasan Pantai Kuta mulai dirasakan sektor perhotelan di sekitarnya. Salah satu hotel yang berada dekat titik penumpukan sampah pun mengambil langkah cepat dengan menurunkan petugas pest control untuk menekan penyebaran lalat yang berpotensi mengganggu kenyamanan tamu.
Penyemprotan (spraying) di sekitar lokasi tumpukan sampah dilakukan petugas pada Rabu (22/4) pagi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar lalat tidak menyebar hingga ke area hotel.
Salah satu petugas, Gede Rai Eka, mengaku ditugaskan langsung oleh manajemen hotel di kawasan tersebut. Penyemprotan difokuskan pada area tumpukan sampah pantai yang didominasi sisa-sisa kelapa. Kondisi itu memicu banyaknya lalat yang kemudian masuk hingga ke area hotel. “Ini spraying lalat di sekitar sampah. Karena sampah pantai banyak sisa kelapa, lalatnya banyak dan masuk ke hotel di depan,” jelasnya.
Menurutnya, jumlah lalat yang masuk ke area hotel tergolong cukup banyak. Bahkan penyebarannya sudah mencapai beberapa titik di dalam hotel. “Lumayan, sampai ke lobi, ke dalam, bahkan ke basement,” tambahnya.
Terpisah, Marketing Communication Tribe Bali Kuta Beach, Astri Pirawitnawati mengakui keberadaan sampah di seberang hotel berpotensi mengganggu kenyamanan tamu. Terlebih, hotel tersebut menjual panorama pantai sebagai daya tarik utama. “Beberapa bagian tentu mengganggu kenyamanan tamu, karena hotel kami dekat pantai dan itu menjadi salah satu daya tarik utama,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada komplain dari tamu terkait kondisi tersebut. Pihaknya terus melakukan langkah antisipasi agar situasi tidak berkembang menjadi keluhan. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan rutin mengirim petugas pest control untuk melakukan pengecekan dan pembasmian lalat, baik di area luar maupun dalam hotel. “Kami rutin kirim pest control untuk mengecek dan membasmi lalat agar tidak semakin banyak masuk ke hotel,” jelasnya.
Tim hotel bergerak cepat setiap kali menemukan adanya lalat di area properti. Begitu terlihat ada lalat, pihaknya langsung menurunkan petugas untuk meminimalisir penyebaran. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola Pantai Kuta. Namun, ia masih menunggu tindak lanjut dari hasil koordinasi tersebut. “Kami sudah koordinasi, tapi untuk detailnya ditangani tim lain. Saat ini masih menunggu aksi lanjutan,” terangnya.
Secara internal, pihaknya juga rutin melakukan penyemprotan setiap tiga hari sekali. Namun dalam kondisi saat ini, penyemprotan diperluas hingga ke area luar hotel sebagai langkah pencegahan tambahan. Pengelolaan sampah di internal hotel juga telah dilakukan dengan sistem pemilahan antara organik dan anorganik, serta upaya pengurangan plastik. “Kami gunakan botol kaca untuk air minum di kamar, dan sampah organik kami daur ulang menjadi pupuk,” jelasnya. (BC5)

















