Pura Besakih Steril Plastik, Petugas Perketat Screening Pamedek pada Karya IBTK 2026

0
144
IBTK Pura Besakih
Petugas di pos Manik Mas memeriksa barang bawaan pamedek. (ist)

balibercerita.com –
Pada rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) tahun 2026, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih (FKSPA) bersama UPTD KPH Bali Timur memperketat pengawasan penggunaan plastik sekali pakai. Screening intensif dilakukan terhadap setiap pamedek guna memastikan kawasan suci terbesar di Bali ini tetap lestari dan bebas sampah plastik.

​Pantauan di lapangan pada Minggu (5/4), petugas di Pos Manik Mas memeriksa barang bawaan pamedek satu per satu. Langkah ini merupakan bentuk penegakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang melarang penggunaan tas kresek, sedotan, dan styrofoam.

Baca Juga:   16 Februari, Penerbangan Internasional Kedua Bakal Mendarat di Bali

​Humas Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Putu Murdiana Jaya menyatakan adanya tren positif terkait kesadaran pamedek. “Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemedek yang membawa plastik sekali pakai menurun drastis. Ini menunjukkan edukasi yang kita lakukan mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Baca Juga:   Gangguan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bertambah dari Tiga Menjadi Lima Penerbangan

​Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa pamedek yang menggunakan kantong plastik untuk membungkus sarana upacara. Sebagai tindakan preventif, plastik tersebut disita dan pamedek diberikan edukasi langsung di tempat.

​Berbeda dengan pelaksanaan IBTK periode 2023–2025 di mana pengelola membagikan tas ramah lingkungan secara cuma-cuma, tahun ini kebijakan tersebut resmi dihentikan. ​”Setelah masa sosialisasi selama tiga tahun, tahun ini kami tidak lagi menyediakan tas pengganti gratis. Ini dilakukan agar masyarakat benar-benar mandiri dan disiplin menyiapkan tas ramah lingkungan dari rumah,” tegas Murdiana.

Baca Juga:   Sekda Badung Minta OPD Jabarkan Esensi Reformasi Birokrasi

​Bagi pamedek yang kedapatan membawa plastik, pihak pengelola mengarahkan mereka untuk membeli tas kain di kios-kios sekitar kawasan yang telah bekerja sama untuk menyediakan opsi ramah lingkungan. (BC18)