balibercerita.com –
Pascapembongkaran bangunan liar di kawasan Pantai Bingin sejak Juli 2025, persoalan akses menuju pantai hingga kini belum juga menemukan solusi. Kondisi ini mendorong munculnya berbagai usulan, salah satunya pemasangan tangga sementara berupa tangga breaker untuk memudahkan wisatawan dan masyarakat turun ke bibir pantai.
Pantai yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan mancanegara. Namun, sulitnya akses membuat tingkat kunjungan menurun, yang berdampak langsung pada pelaku usaha penginapan dan sektor pariwisata di sekitarnya.
Menanggapi situasi tersebut, anggota DPRD Badung, I Made Tomy Martana menyebut, usulan pemasangan tangga breaker merupakan solusi darurat sambil menunggu penataan kawasan secara permanen oleh pemerintah. “Ini muncul sebagai solusi sementara. Karena masyarakat butuh akses, sementara penataan permanen masih berproses,” ujarnya, Sabtu (28/3).
Menurutnya, usulan ini lahir dari komunikasi intens bersama Dinas PUPR Badung dan komunitas Bingin Boardriders yang dikomandoi oleh Mega Semadhi. Mereka menilai akses sementara sangat mendesak demi menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat. “Bingin ini sangat bergantung pada pantai sebagai daya tarik utama. Ketika akses sulit, banyak tamu yang akhirnya membatalkan kunjungan,” jelasnya.
Rencananya, tangga breaker akan dipasang di jalur lama menuju pantai dan hanya bersifat sementara. Fasilitas ini dipastikan tidak melanggar aturan karena bukan merupakan pembangunan permanen. Bahkan, Tomy mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Badung dan mendapatkan respons positif atas usulan tersebut.
“Ini bukan pembangunan, hanya pemasangan sementara agar wisatawan bisa turun ke pantai dengan aman. Nanti setelah penataan dimulai, akan dilepas kembali,” tegasnya.
Sementara itu, untuk penataan permanen kawasan Pantai Bingin, Pemerintah Kabupaten Badung disebut telah menyiapkan anggaran. Namun, realisasinya masih menunggu tahapan administrasi, termasuk proses tender. “Komitmen pemerintah sudah ada, tinggal menunggu proses. Diperkirakan mulai Mei sudah bisa ditata,” kata Tomy.
Dengan adanya solusi sementara ini, diharapkan akses menuju Pantai Bingin dapat segera pulih, sehingga aktivitas pariwisata dan roda ekonomi masyarakat tetap berjalan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu proses penataan resmi yang tengah dipersiapkan pemerintah. “Yang penting sekarang ada akses dulu. Supaya masyarakat tetap bisa menyambung hidup sambil menunggu penataan resmi,” pungkasnya. (BC5)
















