balibercerita.com –
Sebanyak 440 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dipastikan tidak beroperasi selama hari raya Nyepi Tahun Caka 1948. Penghentian aktivitas penerbangan ini berlangsung selama 24 jam, mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 Wita hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati menjelaskan, penghentian sementara operasional penerbangan dan kebandarudaraan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Nyepi di Bali sekaligus memberi kesempatan umat Hindu menjalankan rangkaian Catur Brata Panyepian dengan khidmat. Hal tersebut mengacu pada notice to airmen (notam) nomor A0096 yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia.
“Sesuai notam tersebut, seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara akan dihentikan mulai Kamis (19/3) pukul 06.00 Wita hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 Wita. Selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” jelasnya pada Kamis (12/3).
Ia mengatakan, penghentian operasional ini telah dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan, mulai dari maskapai, AirNav Indonesia, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV hingga instansi terkait lainnya. Maskapai juga telah menyesuaikan jadwal penerbangan dan menginformasikan perubahan tersebut kepada para penumpang.
Menurut Nugroho, penghentian operasional bandara saat Nyepi merupakan agenda rutin setiap tahun di Bali. Koordinasi intensif dilakukan agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal sebelum dan setelah periode penghentian operasional.
Meski aktivitas penerbangan dihentikan, sejumlah personel bandara tetap bersiaga untuk melayani kebutuhan darurat seperti penerbangan medis (medical evacuation) maupun penerbangan khusus yang telah mendapat persetujuan otoritas terkait.
Selama periode penghentian operasional tersebut, tercatat 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi, terdiri dari 231 penerbangan domestik dan 209 penerbangan internasional. Selain itu, terdapat 19 pesawat yang direncanakan melakukan remain over night (RON) atau parkir menginap di Bandara Ngurah Rai.
Untuk jadwal penerbangan terakhir sebelum penutupan, keberangkatan domestik terakhir dijadwalkan pada Rabu (18/3) pukul 23.10 Wita, sedangkan penerbangan internasional terakhir berangkat pada Kamis (19/3) pukul 01.30 Wita. Sementara, penerbangan kedatangan terakhir tercatat pada Rabu (18/3) pukul 23.05 Wita untuk domestik dan Kamis (19/3) pukul 00.30 Wita untuk internasional.
Bandara akan kembali beroperasi normal pada Jumat (20/3). Penerbangan keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 07.00 Wita untuk rute domestik dan pukul 08.15 Wita untuk rute internasional. Sedangkan kedatangan pertama dijadwalkan pukul 08.20 Wita untuk domestik dan pukul 07.05 Wita untuk internasional.
Sementara itu, Ketua Posko Angkutan Nyepi dan Lebaran Bandara Ngurah Rai, Goentoro menyebutkan, rata-rata jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai mencapai sekitar 65 ribu orang per hari. Menurutnya, pada dini hari 19 Maret bandara masih melayani penerbangan terakhir, yakni keberangkatan internasional pukul 01.30 Wita dan kedatangan internasional pukul 00.30 Wita. Sementara, penerbangan domestik umumnya sudah mulai sepi sejak pukul 22.00 hingga 23.00 Wita.
Ia menegaskan, pihak bandara juga memastikan kesiapan transportasi bagi penumpang agar tidak ada yang terdampar di bandara menjelang penghentian operasional. “Kami harus memastikan pengaturan transportasi berjalan baik, jangan sampai ada penumpang yang terdampar karena tidak mendapatkan kendaraan. Dipastikan pelayanan tetap aman dan tercukupi,” ujarnya.
Untuk mendukung mobilitas penumpang, sekitar 800 armada transportasi disiapkan untuk melayani perjalanan menuju dan dari bandara sebelum operasional dihentikan. Momentum libur Nyepi dan Idul Fitri dinilai menjadi peluang untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Bali, terutama dengan adanya kebijakan work from anywhere (WFA) hingga 27 Maret serta libur sekolah yang turut meningkatkan pergerakan wisatawan. (BC5)
















