BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali, Warga Diminta Waspada 22–24 Februari 2026

0
68
Peringatan dini cuaca
BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Provinsi Bali. (ist)

balibercerita.com –
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Provinsi Bali selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Berdasarkan data BMKG, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah kabupaten/kota disertai angin kencang, khususnya di wilayah pesisir maupun daerah dengan kontur tanah labil. Pada Minggu (22/2), status siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Klungkung.

Baca Juga:   Naik Signifikan, Lalu Lintas Harian Jalan Tol Bali Mandara

Sementara, wilayah Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan berada pada status waspada hujan sedang hingga lebat. Angin kencang juga terjadi di Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.

Memasuki Senin (23/2), wilayah berstatus siaga meluas mencakup Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, Klungkung, dan Tabanan. Sedangkan Bangli, Buleleng, serta Karangasem berada pada kategori waspada. Potensi angin kencang masih terjadi di sejumlah daerah, terutama kawasan Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Gianyar.

Baca Juga:   Tertimpa Pohon di DTW Alas Pala Sangeh, Satu Pemandu Wisata Tewas dan Satu Pegawai Luka Berat

Selanjutnya, pada Selasa (24/2), hujan lebat diprakirakan kembali terjadi di Denpasar, Badung, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan dengan status siaga, sementara Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Klungkung masuk kategori waspada. Angin kencang tetap berpotensi terjadi di Denpasar, Badung, Buleleng, Karangasem, serta Klungkung.

BMKG mengingatkan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di lokasi berisiko saat hujan deras berlangsung.

Sebagai langkah mitigasi, warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan rapuh ketika angin kencang terjadi. Selain itu masyarakat diminta membersihkan saluran air di sekitar rumah guna mencegah genangan dan memantau informasi cuaca terbaru sebelum bepergian.

Baca Juga:   Menteri LH Dorong Pemda Terapkan Sanksi Tipiring bagi Warga Bali yang Tak Pilah Sampah

Warga juga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat. BMKG berharap masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta saling berbagi informasi cuaca kepada keluarga dan lingkungan sekitar demi keselamatan bersama. (BC18)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini