balibercerita.com —
Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) menyelenggarakan wisuda ke-100 yang dirangkaikan dengan pelantikan insinyur dan perayaan dies natalis ke-57, di Nusa Dua Hall, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (18/2). Momentum bersejarah ini menjadi penanda perjalanan panjang Undiknas dalam membangun pendidikan tinggi yang berdampak dan berdaya saing internasional.
Rektor Undiknas, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., dalam laporannya menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan ruang refleksi atas kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membentuk lulusan yang unggul, adaptif, dan solutif.
“Melalui semangat techno-researchpreneur university, Undiknas terus mendorong hilirisasi riset, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan ekosistem inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Prof. Subawa.
Pada wisuda ke-100 ini, Undiknas melepas 750 wisudawan dari jenjang sarjana dan magister, dengan rincian, Program Studi Manajemen sebanyak 311 lulusan, Akuntansi 93 lulusan, Hukum 128 lulusan, Administrasi Publik 22 lulusan, Ilmu Komunikasi 120 lulusan, Teknik Sipil 8 lulusan, Teknik Elektro 4 lulusan, Teknologi Informasi 4 lulusan, Magister Manajemen 33 lulusan, Magister Administrasi Publik 7 lulusan, dan Magister Hukum 20 lulusan. Selain itu, Undiknas juga melantik 36 Insinyur profesional yang telah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan pelatihan keinsinyuran dengan dedikasi tinggi.
Undiknas menegaskan komitmennya terhadap kebijakan Pendidikan Tinggi Berdampak yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Sejak semester ganjil tahun akademik 2025/2026, mahasiswa sarjana semester akhir diwajibkan mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science (WoS).
Kebijakan ini menghasilkan berbagai capaian membanggakan, termasuk penghargaan Wisudawan Terbaik Bidang Publikasi Karya Ilmiah bagi mahasiswa yang unggul dalam proses penulisan hingga submission artikel ilmiah.
Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Undiknas terus mengembangkan program pemberdayaan di Desa Penebel, Kabupaten Tabanan, melalui proyek Precision Agriculture and Urban Farming. Sejak menjadi desa binaan pada 2019, Desa Penebel berhasil masuk dalam 3 Besar Desa Terbaik tingkat Provinsi Bali tahun 2025, dan kini tengah diarahkan menjadi Desa Ekowisata Berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan dukungan Undiknas terhadap pencapaian sustainable development goals (SDGs), yang diimplementasikan melalui kebijakan akademik, riset terapan, hingga kolaborasi internasional.
Undiknas juga mencatatkan berbagai capaian kelembagaan, antara lain akreditasi UNGGUL dari LAMSPAK untuk Program Studi Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi (sarjana) yang menjadi satu-satunya di Bali, penghargaan Bronze Winner-Pengelolaan Media Sosial Terbaik dan Berdampak pada Anugerah Diktisaintek 2025, serta penghargaan Silver Winner-Kerja Sama Internasional Terbaik dan Berdampak antar perguruan tinggi swasta se-Indonesia.
Dengan capaian tersebut, Undiknas siap membuka International Undergraduate Program (IUP) untuk Program Studi Ilmu Komunikasi dengan keunggulan Digital Preneur Communication.
Dalam penutup laporannya, Rektor berpesan agar para lulusan menjadikan gelar akademik sebagai titik awal kontribusi yang lebih luas. Pada usia ke-57 tahun, Undiknas juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas, serta memperluas dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. (BC5)
















