balibercerita.com –
Iklim investasi di Kabupaten Badung terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir tahun 2025, realisasi investasi di daerah tujuan pariwisata dunia ini mencapai Rp22,21 triliun. Capaian tersebut tumbuh sekitar 20,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp18,45 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan menyebutkan bahwa peningkatan realisasi investasi tersebut menjadi komponen penting yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Arus modal yang masuk dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sektor riil di Badung.
Dari sisi sumber modal, investasi yang masuk ke Kabupaten Badung pada tahun 2025 masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) dengan nilai mencapai Rp16,08 triliun atau sekitar 72,4 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp6,13 triliun atau 27,6 persen dari total investasi. Data ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor asing terhadap iklim usaha di Badung masih sangat kuat.
Negara-negara dengan nilai PMA terbesar di Kabupaten Badung berasal dari Australia yang menempati posisi teratas dengan nilai investasi Rp12,83 triliun. Selanjutnya disusul Rusia sebesar Rp1,98 triliun, Singapura Rp1,15 triliun, Prancis Rp982,2 miliar, dan Hongkong sebesar Rp737,5 miliar.
Minat investor tersebut tersebar di berbagai sektor strategis. Lima sektor usaha yang paling diminati oleh penanam modal, baik PMA maupun PMDN, meliputi sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran dengan nilai investasi Rp7,07 triliun.
Posisi berikutnya ditempati sektor hotel dan restoran sebesar Rp6,77 triliun, jasa lainnya Rp4,31 triliun, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp1,91 triliun, serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp1,80 triliun.
Sepanjang tahun 2025, total investasi tersebut terealisasi dalam 44.030 proyek yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Kecamatan Kuta Utara menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak, yakni 12.724 proyek, disusul Kecamatan Kuta Selatan sebanyak 10.643 proyek, Kecamatan Kuta 9.090 proyek, Kecamatan Mengwi 7.232 proyek, Kecamatan Abiansemal 3.529 proyek, dan Kecamatan Petang sebanyak 812 proyek. Tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Agus Aryawan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, investasi di Kabupaten Badung mampu menyerap sekitar 34.524 tenaga kerja. Angka tersebut meningkat sekitar 25,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat penyerapan tenaga kerja sekitar 27.501 orang.
“Penciptaan lapangan kerja merupakan dampak paling nyata dari masuknya investasi. Ini sekaligus menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan sektor riil, termasuk UMKM di Kabupaten Badung,” ujar Agus Aryawan.
Dengan tren peningkatan realisasi investasi yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025, Agus Aryawan menegaskan bahwa Kabupaten Badung tetap menjadi tujuan investasi yang sangat diminati oleh para penanam modal, baik PMA maupun PMDN. Keunggulan komparatif dan kompetitif Badung sebagai destinasi pariwisata dunia, serta ekosistem investasi yang sudah terbentuk, menjadi magnet kuat bagi masuknya investasi di berbagai sektor.
“Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung pada tahun 2026 diyakini akan tumbuh positif sepanjang realisasi investasi dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. (BC5)
















