Pembongkaran Tembok GWK Dinilai Setengah Hati, Bendesa Adat Ungasan Minta Diselesaikan Menyeluruh

0
194
Ungasan
Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa. (ist)

balibercerita.com –
Manajemen GWK Cultural Park mulai membongkar tembok yang menutup akses warga Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Rabu (1/10). Namun, proses pembongkaran ini masih menimbulkan tanda tanya. Dari total panjang tembok sekitar 1,8 kilometer, hanya bagian yang menutup akses warga di Jalan Maghada yang dibuka.

Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa menyayangkan langkah tersebut. Ia menilai, pembongkaran seharusnya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya di titik tertentu.

“Kita tanya kepada perwakilan manajemen GWK di sini, dibilang pembongkaran hanya sebatas pintu-pintu rumahnya masyarakat itu saja. Seharusnya pembongkaran dan penggeseran pagar tembok itu sudah secara menyeluruh dilakukan yang ada di barat menuju Pura Pengulapan,” ujar Disel Astawa.

Baca Juga:   Tekan Laju Inflasi, Pemkot Denpasar Gencar Lakukan Operasi Pasar

Ia menegaskan, berdasarkan data yang dimiliki, tembok itu berdiri di atas jalan yang sejak lama digunakan masyarakat. Karena itu, pagar seharusnya dipindahkan.

“Jadi kalau memang ada kesepakatan dan niat yang tulus, sekalian geser tembok itu ke timur dan ke utara. Sehingga jalan yang selama ini dirasakan secara turun temurun dirasakan oleh masyarakat ikut biar ada di luar kawasan GWK,” ungkapnya.

Baca Juga:   Masyarakat Bhuana Giri Dilatih Hadapi Potensi Erupsi Gunung Agung

Disel Astawa menambahkan, jalan tersebut bukan hanya akses umum, tetapi juga jalur menuju SD 8 Ungasan sebelum GWK berdiri. Untuk menghindari persoalan serupa terulang, ia meminta adanya perjanjian resmi antara pemerintah dengan manajemen GWK.

“Walaupun sudah sepakat pihak manajemen GWK (membongkar) tapi Bupati Badung dan Gubernur Bali harus membuatkan suatu perjanjian yang jelas kepada masyarakat agar tidak di kemudian hari itu terjadi persoalan ini terulang kembali,” paparnya.

Baca Juga:   Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan Umrah 

Meski memberikan catatan, Wakil Ketua I DPRD Bali ini tetap mengapresiasi seluruh pihak yang mengawal proses hingga pembongkaran bisa terlaksana. Ia menyebut peran Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, DPRD Bali, DPRD Badung, serta dukungan masyarakat sangat menentukan.

Hanya saja, ia berharap penyelesaian bisa dilakukan tuntas. “Kami harap seminggu sudah clear lah urusan itu, kalau memang ada niatan baik,” imbuhnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini