Guru Tabanan Berpeluang Mengajar ke Korea Selatan

0
41
Pertukaran guru ke korea
Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Made Dirga saat meninjau salah satu fasilitas pendidikan di Tabanan belum lama ini. (ist)

balibercerita.com –
Peluang terbuka bagi para guru di Tabanan untuk menimba pengalaman internasional. Sebab, pemerintah pusat membuka pendaftaran program Pertukaran Guru Indonesia–Korea atau Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) Tahun 2026.

Melalui program ini, para guru di Tabanan ditantang untuk berani mendaftar dan mengajar di Korea Selatan. Program IKTE 2026 memberikan kesempatan kepada guru jenjang SD, SMP, SMA, hingga SMK non-kejuruan untuk mengajar di sekolah Korea Selatan selama tiga bulan, mulai Agustus hingga November 2026. Bali, termasuk Kabupaten Tabanan, masuk sebagai salah satu daerah sasaran prioritas dalam program tersebut.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyambut baik dibukanya pendaftaran IKTE 2026. Dia pun mendorong para guru di Tabanan yang memenuhi persyaratan agar tidak ragu mengambil peluang ini. “Jangan ragu, segera persiapkan diri,” ajaknya, Selasa (3/2).

Baca Juga:   Aksi Aliansi Bali Tidak Diam, Sampaikan 33 Tuntutan

Menurutnya, program pertukaran guru menjadi ajang peningkatan kapasitas sekaligus sarana menunjukkan kualitas pendidik Tabanan di tingkat global. “Ini kesempatan yang sangat baik bagi guru untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus menjadi duta budaya Indonesia,” tegasnya.

Sanjaya menambahkan, pengalaman mengajar di luar negeri diharapkan mampu memberi dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Tabanan setelah para guru kembali bertugas.

Baca Juga:   Tekan Penyebaran HIV/AIDS, KPA Denpasar Gelar Temu Informasi Bersama Konselor 

Sebab ilmu, jejaring, dan praktik baik yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan sejawat dan peserta didik. “Ini akan menambah beragan metode belajar dengan siswa sehingga kualitas belajar mengajar di Tabanan menjadi lebih bervariasi,” kata Bupati Sanjaya.

Program IKTE sendiri dirancang untuk memperkuat pemahaman pendidikan kewarganegaraan global (global citizenship education) serta tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals). Selain mengajar, peserta juga akan memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia di lingkungan pendidikan internasional.

“Nah kalau ada yang lolos nantinya guru kita bisa mengenalkan seni dan budaya tradisional Tabanan di Korea Selatan. Sehingga Tabanan akan semakin populer di kancah internasional,” kata Bupati Sanjaya.

Baca Juga:   Gung Indra Nakhodai KNPI Bali 2023-2026

Adapun persyaratan utama peserta antara lain berstatus ASN atau guru tetap yayasan (GTY), berusia 30–45 tahun, memiliki pengalaman mengajar minimal lima tahun, serta menguasai bahasa Inggris secara lisan dan tulisan.

Pendaftaran IKTE 2026 dibuka mulai 2 Februari hingga 2 Maret 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman resmi Direktorat Jenderal GTKPG Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Jadi kita berharap guru-guru kita dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional,” tandasnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini