Progres BBCP Phase II Capai 33 Persen, Pengisian Pasir Ditarget Rampung Akhir Januari

0
82

balibercerita.com –
Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP) terus mempercepat proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II (Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak). Hingga 13 Januari 2025, progres pengerjaan telah mencapai 33 persen, melampaui target awal sebesar 10 persen atau mengalami deviasi positif hingga 23 persen.

Saat ini, mereka tengah memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian dua breakwater tersisa, yakni breakwater 1 dan 5, sekaligus melakukan instalasi pipa pengisi pasir di Pantai Sekeh. Apabila tidak terjadi kendala di lapangan, pengisian pasir di Pantai Sekeh direncanakan mulai dilaksanakan pada 25 Januari 2025.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWS Bali-Penida, Bambang Kardono menjelaskan bahwa secara keseluruhan progres pekerjaan saat ini berada di kisaran 30 persen dari target awal 10 persen. Untuk konstruksi breakwater di zona II, breakwater 2, 3, dan 4 telah rampung sepenuhnya, sementara breakwater 1 dan 5 kini telah mencapai progres sekitar 80 persen.

“Saat ini kami masih menyelesaikan breakwater 1 dan 5. Kondisi cuaca cukup mendukung dan air laut sedang surut. Sebelumnya pengerjaan sempat terhenti karena pasang manda,” ujar Bambang.

Baca Juga:   SPKLU Kini Tersedia di Puspem Badung  

Ia mengakui, kondisi pasang air laut menjadi tantangan utama di lapangan, terlebih saat disertai hujan lebat dan hantaman ombak yang cukup kuat. Pasang manda membuat pekerjaan tidak dapat dilakukan selama kurang lebih tujuh hari. Beruntung, kondisi tersebut tidak berlangsung lama sehingga aktivitas konstruksi dapat kembali dilanjutkan.

Menurut Bambang, gelombang laut yang relatif tinggi sebenarnya sudah mulai terjadi sejak akhir Desember, seiring masuknya musim hujan. Selain itu, sampah kiriman juga mulai terlihat menepi di sejumlah titik pantai. Namun, kondisi tersebut dipastikan tidak sampai menghambat jalannya pekerjaan proyek.

Dengan dukungan cuaca dan kondisi air laut yang lebih bersahabat, BWS Bali Penida kini tancap gas menyelesaikan dua breakwater tersisa agar dapat rampung pada bulan ini. Penyelesaian struktur tersebut dinilai penting guna mendukung tahapan berikutnya, yakni proses pengisian pasir yang ditargetkan berlangsung pada akhir Januari.

“Selain pengerjaan breakwater, kami juga melakukan instalasi pipa untuk pengisian pasir di Pantai Sekeh dan Pantai Jerman yang masuk Zona I. Total pasir yang akan ditambahkan mencapai sekitar 180 ribu meter kubik, termasuk untuk kebutuhan stockpile,” jelasnya.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Serahkan SK Kepala Sekolah

Proses pengisian pasir nantinya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari sisi selatan atau Zona I menuju ke arah utara. Saat ini, kapal pengisi pasir berukuran besar jenis Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) telah bersandar di Pelabuhan Benoa dan siap beroperasi setelah seluruh instalasi pipa dirampungkan.

Selain itu, kapal packboat atau tugboat akan dikerahkan secara tentatif untuk menyambungkan pipa antara darat dan kapal dredger di tengah laut. “Pengisian pasir dilakukan dari tengah laut menggunakan pipa menuju darat. Jaraknya sekitar 700 meter dari garis pantai, disesuaikan dengan kedalaman laut. Dari titik tersebut, pasir akan dialirkan ke pantai melalui pipa yang dihubungkan oleh kapal packboat,” terangnya.

Bambang menambahkan, kapal dredger sebenarnya telah tiba dan bersandar di Bali sejak pekan lalu. Namun, pengiriman pasir dari Lamongan sempat mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca yang menyulitkan pelayaran menuju Bali. Dengan kondisi yang semakin kondusif, pengisian pasir direncanakan mulai 25 Januari dan diharapkan tidak menemui kendala di lapangan.

Baca Juga:   Empat Remaja Terjebak Ombak Pasang di Pantai Gunung Payung

Sejalan dengan aspirasi masyarakat terkait penguatan pesisir, pihak BWS Bali Penida juga telah menyampaikan usulan pembangunan revetment kepada konsultan JICA. Revetment diusulkan dibangun dari kawasan Setra Asem Celagi Gendong hingga di depan tsunami shelter. Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum sepenuhnya disetujui. “Masih dikaji dan direncanakan. Sejauh ini yang sudah mendapat persetujuan baru di titik depan setra. Kami masih menunggu perkembangan selanjutnya,” tegas Bambang.

Terkait usulan penambahan breakwater ke arah utara yang diajukan Desa Adat Kuta, Bambang menyebut hal tersebut juga masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Ia menegaskan, tujuan utama proyek konservasi pantai ini adalah untuk mengurangi dampak abrasi sekaligus mengembalikan kondisi garis pantai agar sedekat mungkin dengan kondisi alaminya. Penambahan breakwater dikhawatirkan justru dapat mengganggu karakter Pantai Kuta sebagai destinasi wisata dan kawasan selancar, sehingga memerlukan pertimbangan matang serta kajian mendalam sebelum direalisasikan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini