Beranda Umum 179 Warga Tabanan Ikuti Pelatihan Kader Bela Negara

179 Warga Tabanan Ikuti Pelatihan Kader Bela Negara

0
Bela negara
Peserta dari Kabupaten Tabanan mengikuti Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Dodik Bela Negara Rindam IX/Udayana, Selasa (22/9). (ist)

balibercerita.com – 

Sebanyak 179 warga dari berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Tabanan mengikuti Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Dodik Bela Negara Rindam IX/Udayana yang dibuka pada Selasa (22/9). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga 24 September 2026 itu dibuka dengan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Tabanan.

Para peserta berasal dari kecamatan di Tabanan diantaranya Kerambitan, Tabanan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, Pupuan, Kediri, Baturiti, Marga, dan Penebel. Mereka terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, perbekel, kawil, linmas, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Sejumlah organisasi yang turut terlibat antara lain PPAD, GP Ansor, KONI, KNPI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Latihan tersebut merupakan kegiatan Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional. Pemerintah Kabupaten Tabanan sebelumnya meneruskan pemanggilan peserta kepada sejumlah unsur masyarakat dan organisasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga:   KLH dan Pemprov Bali Deklarasikan Stop Open Dumping, Fokus Pemilahan dari Sumber

Dalam pembukaan, Sekda Tabanan, I Gede Susila mengatakan, bela negara merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, nilai bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga dapat diterapkan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bela negara merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran, kepedulian dan semangat kebangsaan yang kuat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, sekaligus mampu menjadi penggerak dalam menumbuhkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:   KKN UHN IGB Sugriwa, Gelar Pelatihan Membuat dan Memasang Sanggul Bali

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman masyarakat sebagai bagian dari kekuatan daerah. Dia bilang, perbedaan latar belakang, budaya, agama dan organisasi perlu dikelola untuk memperkuat kebersamaan.

“Kabupaten Tabanan memiliki masyarakat yang beragam. Keberagaman tersebut harus kita jaga dan kita kelola menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Semangat gotong royong, toleransi, persatuan dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai-nilai yang perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Susila meminta peserta mengikuti pelatihan secara disiplin dan bertanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga:   PLN Salurkan Bantuan Mesin Produksi untuk Pengembangan Kakao di Jembrana 

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan, memperkuat kedisiplinan serta meningkatkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, nilai-nilai yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memahami nilai-nilai bela negara dan mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasinya dapat dilakukan melalui menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. (BC13)