balibercerita.com –
Warga Kayuselem Gwasong Kabupaten Badung dan Kota Denpasar menggelar Lokasabha VII pada Minggu (28/9), di Wantilan Pura Dalem Taman Sari Agung, Kerobokan. Lokasabha ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Peduluan Nomor 03/P.WKS/VII/2025 sekaligus menjadi momentum pemilihan pengurus baru untuk masa bakti 2025–2030.
Mendampingi Ketua Panitia Lokasabha VII I Wayan Suyasa, I Wayan Sukarya menyampaikan bahwa pengurus baru yang terpilih nantinya diharapkan mampu membangun dan meningkatkan bhakti kepada Ida Batara Kawitan serta mempererat ikatan pasemetonan. “Kami harap segenap semeton bisa berperan aktif dan berani menunjukkan diri,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pengurus yang baru dikukuhkan akan dilantik pada mahasabha yang dijadwalkan berlangsung Januari 2026.
Lebih jauh, Sukarya menekankan bahwa politik adalah bagian dari kehidupan. Karena itu, warga Kayuselem diharapkan dapat mengemas politik sebagai sarana memakmurkan dan mensejahterakan semeton. “Sebagaimana bhisama Ida Batara Kawitan, yakni bakti ring kawitan, sutindih ring bhisama, guyub ring pasemetonan,” imbuhnya.
Lokasabha VII turut dihadiri oleh Peduluan Warga Kayuselem Provinsi Bali, Pengurus Pusat Warga Kayuselem Provinsi Bali, koordinator dan pengurus kabupaten/kota se-Bali, serta Pengurus Pusat Bala Bali Mula Provinsi Bali.
Ketua Panitia Lokasabha VII, I Wayan Suyasa menambahkan, acara kali ini digelar sekaligus untuk dua wilayah, yakni Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, mengingat secara historis keduanya dahulu merupakan satu wilayah. “Saat ini, di Badung ada 37 dadia, sementara di Denpasar sekitar 57 dadia,” jelasnya.
Selain pengukuhan pengurus baru, Lokasabha VII juga diisi dengan penyampaian neraca keuangan oleh Bendahara Pusat Warga Kayuselem Gwasong-Songan, serta laporan pertanggungjawaban pengurus Warga Kayuselem Gwasong Badung dan Denpasar masa bakti 2020–2025. (BC5)















