Wabup Suiasa Hadiri Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Luhur Giri Kusuma

0
15
Pura
Wabup Suiasa saat menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan Jagat Luhur Giri Kusuma, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (26/9). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa menghadiri upacara Tawur Balik Sumpah Utama, yang merupakan rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung di Pura Kahyangan Jagat Luhur Giri Kusuma, Desa Adat Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (26/9). Sebagai wujud bhakti dan dukungan pemerintah, Wabup Suiasa menyerahkan dana upacara secara simbolis sebesar Rp700 juta yang diterima Bendesa Adat Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja. 

Upacara ini dihadiri pula anggota DPRD Badung, I Nyoman Gede Wiradana, I Gusti Ngurah Shaskara, dan Ni Luh Kadek Suastiari, Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa beserta Tripika Kecamatan Abiansemal, PHDI, Kementerian Agama, MDA, Listibiya, Majelis Subak Abiansemal, prajuru Desa Adat Blahkiuh, Perbekel Blahkiuh Ida Bagus Mahatmananda Manuaba beserta unsur pemerintahan desa, serta krama Desa Adat Blahkiuh.

Baca Juga:   Rangkaian Karya di Pura Besakih, Melasti Digelar di Tegal Suci

Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa atas nama Pemkab Badung menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada prajuru dan krama Desa Adat Blahkiuh yang telah melaksanakan yadnya utama melalui Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Luhur Giri Kusuma. “Semoga melalui ngrastiti karya ini, Ida Batara sesuhunan mapaica wara nugraha ring jagat sami,” jelasnya seraya menyatakan rasa bangganya melihat semangat dan rasa bhakti krama untuk ngayah. 

Baca Juga:   Bupati Giri Prasta Hadiri Upacara Pedudusan Alit di Pura Dalem Bagendra Sari Gerih

Bendesa Adat Blahkiuh, I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja mengatakan, karya ngenteg linggih ini baru pertama kali digelar setelah kemerdekaan RI. Karya terakhir kali digelar tahun 1929 masih zaman kerajaan. Setelah kemerdekaan, terjadi peralihan sehingga Pura Kahyangan Jagat mengalami masa sulit. 

Di tahun 2006, krama Blahkiuh mendapat sumber dari Purana Alas Sari sehingga dibuat Purana Pura Luhur Giri Kusuma pada 2007 dan pura ini ditetapkan menjadi Pura Kahyangan Jagat. Di purana tersebut terdapat bhisama agar krama desa selalu ingat dengan Pura Luhur Giri Kusuma. Bila tidak ingat, akan mengalami hidup sengsara. Di purana juga berisi tentang tradisi ngerebeg. Pada tahun 2019, Pura Luhur Giri Kusuma dipugar dengan pendekatan restorasi dari bantuan Pemkab Badung. 

Baca Juga:   Rapat Persiapan Penganyaran Turun Kabeh Pratisentana Sira Arya Kanuruhan

Mengenai dudonan karya, telah dimulai sejak 31 Agustus lalu dengan upacara mapekeling karya. Upacara melaspas dan mendem pedagingan telah dilaksanakan pada 20 September, dilanjutkan melasti pada 22 September. Puncak karya pada Saniscara Wage Tambir, Sabtu 30 September mendatang. Setelah puncak karya, Ida Batara nyejer selama tujuh hari dan masineb pada 7 Oktober. “Piodalan di Pura Luhur Giri Kusuma dilaksanakan setahun sekali bertepatan dengan Purnama Kapat ngerereh Pasah,” imbuhnya. (BC13) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini