Mangupura, balibercerita.com –
Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV memberikan atensi terhadap 7 poin yang menjadi perhatian komunitas bandara. Ketujuh poin ini perlu mendapatkan antisipasi bersama agar pelaksanaan Lebaran Tahun 2024 yang bertemakan Mudik Ceria dan Penuh Makna dapat menjadi suatu perjalanan yang baik dan berkesan bagi pengguna jasa penerbangan.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Agustinus Budi Hartono menerangkan, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi bersama selama masa libur panjang Lebaran 2024. Pertama terkait cuaca ekstrem, angin, pergerakan burung di areal bandara dan bencana alam yang berpotensi hazard. Kedua, ancaman keamanan dan ketertiban yang berpotensi merusak sarana dan prasarana bandara. Ketiga, kesiapan sarana dan prasarana (sarpras), armada dan ground handling.
Keempat, potensi terjadinya delay, cancel dan hal-hal teknis lainnya (RTA/RTB/divert) yang mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan. Kelima, potensi terjadinya FOD di sisi airside (apron, taxiway dan runway). Keenam, potensi terjadinya kegiatan layang-layang yang mengganggu Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dikarenakan karena memasuki musim kemarau dan angin yang kencang. Ketujuh, lonjakan traffic lalu lintas yang keluar dan menuju Bandara.
“Sekiranya perlu adanya pengawasan bersama oleh seluruh Stakeholder dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai,” kata Agustinus dalam sambutan yang dibacakan saat apel Pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Rabu (3/4).
Momen Lebaran kali ini hanya berselisih 3 dari masa tenggang selepas momen Nataru (Natal dan Tahun Baru). Kegiatan tersebut berjalan dengan baik meski terdapat beberapa catatan penting yaitu terjadi kemacetan panjang pada tanggal 29 Desember 2023.
Hal ini menjadi pembelajaran penting untuk terus bekerja keras dan saling berkolaborasi agar kejadian itu tidak terulang kembali pada event Lebaran ini. “Tetaplah berkoordinasi dan berkolaborasi, saling menginformasikan segala permasalahan yang ada kepada stakeholder di komunitas bandara agar tetap terjaga situasi yang kondusif selama Lebaran ini,” imbaunya.
Pada momen Lebaran kali ini, sebagaimana prediksi BKT-Kemenhub, moda transportasi udara bukan moda pilihan dominan (menduduki peringkat ke-6) dengan perkiraan total sebesar 10,97 juta orang bepergian selama event lebaran. Data bulan Maret 2024 tercatat, bahwa secara total penumpang domestik dan internasional rata-rata sebesar 52 ribu per hari.
Dapat diperkirakan, secara total puncak tertinggi pergerakan kedatangan rata-rata mencapai 65 ribu hingga 68 ribu yang terjadi pada hari Minggu (7/4) atau Senin (8/4). Sedangkan puncak tertinggi pergerakan kepulangan penumpang mencapai rata-rata 66 ribu sampai 69 ribu yang diperkirakan terjadi pada Minggu (14/4) atau Senin (15/4).
Secara total, penumpang internasional dan domestik selama periode Posko Terpadu Angkutan Lebaran dapat mencapai kisaran 1 juta hingga 1,1 juta penumpang. Pada periode ini, terdapat pengajuan extra flight sebanyak 45 pengajuan dengan rencana penerbangan sebanyak 282 flight yang tercatat dalam data 1 April 2023. (BC5)


















