Mangupura, balibercerita.com –
Wisata ke Uluwatu masih jadi primadona. Daya Tarik Wisata (DTW) Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu terus ramai dikunjungi wisatawan, dan trennya makin naik dari hari ke hari. Ada lima daya tarik kawasan ini, yaitu kecak, pura, kera, tebing, dan sunset.
I Wayan Wijana selaku Manajer Pengelola DTW Uluwatu, tempat ini tetap jadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ke Bali maupun Indonesia. Terutama karena pertunjukan kecak Uluwatu yang begitu ikonik. Antusiasme pengunjung sangat tinggi, yang tercermin dari angka kunjungan wisatawan.
Setelah pandemi Covid-19 mulai mereda, jumlah pengunjung langsung melonjak. Sekarang, rata-rata ada sekitar 5.000 sampai 6.000 orang datang setiap harinya. Bahkan, sebelum masa high season, yaitu bulan Juli, kunjungan wisatawan sudah tembus 5.500-6000 orang per hari. “Nanti kita lihat bulan Agustus sampai Desember periode high season seperti apa kondisinya,” ungkapnya.
Menariknya, sebagian besar pengunjung saat ini adalah wisatawan mancanegara, sekitar 70 persen. Turis dari Australia masih paling banyak, disusul India, Tiongkok, negara-negara Eropa, dan Asia Tenggara. Sementara, dari dalam negeri, banyak yang datang dari Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan, dan Sulawesi.
Untuk menampung makin banyak pengunjung, pengelola terus berbenah. Area parkir diperluas, sistem tiket dibuat e-ticketing biar praktis, dan beberapa sudut dipercantik dengan mural keren bertema keindahan Uluwatu.
Nggak cuma itu, mereka juga mulai fokus promosi ke wisatawan lokal. Salah satu caranya, bulan Agustus nanti akan ikut serta di sebuah event nasional di Jakarta. “Kita lagi gas promosi ke dalam negeri, biar makin banyak wisatawan lokal datang ke Uluwatu,” ujar Wijana.
Ia juga berharap, dibukanya kembali kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) bisa ikut mendorong Uluwatu jadi lokasi pendukung berbagai event besar di Bali. Ia berharap hal itu bukan hanya berpengaruh kepada kunjungan ke Uluwatu, tapi juga ke DTW lainnya di Bali. (BC5)
















