Beranda Umum Terima Ancaman Penyerangan, Warga Jimbaran Sempat Lakukan Pengamanan Wilayah

Terima Ancaman Penyerangan, Warga Jimbaran Sempat Lakukan Pengamanan Wilayah

0
Jimbaran
Warga Jimbaran turun ke jalan menyusul adanya isu penyerangan. (ist)

balibercerita.com –
Perselisihan antarremaja di Jimbaran nyaris berkembang menjadi persoalan lebih besar setelah muncul kabar ancaman penyerangan ke wilayah tersebut pada Selasa (22/9) malam. Persoalan yang diduga bermula dari masalah pribadi itu kemudian berlanjut melalui percakapan Whatsapp hingga muncul ancaman untuk datang ke Jimbaran.

Kepala Lingkungan Banjar Perarudan, I Made Dharmayasa mengatakan, perselisihan melibatkan seorang remaja asal Banjar Perarudan dengan remaja dari luar Jimbaran. Persoalan tersebut diduga berkaitan dengan perempuan.

Perselisihan kemudian berlanjut melalui percakapan Whatsapp. Dalam komunikasi tersebut, kedua pihak disebut saling menantang. Dari percakapan itu pula muncul informasi mengenai rencana penyerangan ke Jimbaran.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Buka Sosialisasi Barang Milik Daerah Tahun 2024

“Ya, itu ada warga kita. Tidak tahu mungkin masalah perempuan. Habis itu (mereka) tantang-tantangan di WA. Lewat chat. Setelah itu remaja dari luar Jimbaran itu bilang mau nyerang ke Jimbaran,” ujar Dharmayasa saat dikonfirmasi, Rabu (23/9).

Kabar tersebut kemudian menyebar di tengah warga. Informasi awal menyebut lokasi yang akan didatangi berada di sekitar salah satu hotel bintang lima, tempat seorang warga Jimbaran bekerja. Namun, informasi berikutnya menyebut kawasan Kampus Universitas Udayana (Unud) sebagai titik yang akan didatangi.

Kondisi itu membuat warga mengambil langkah antisipasi. Sekitar 100 warga yang saat itu berada di tempat pengabenan kemudian bergerak melakukan pengamanan wilayah.

Baca Juga:   Bali Masuk 12 Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan Terpanjang Tahun 2023, Kecamatan Kubu Tembus 131 Hari

Menurut Dharmayasa, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah persoalan pribadi antarremaja berubah menjadi bentrokan yang melibatkan lebih banyak orang. “Dari warga langsung antisipasi untuk meredam biar tidak sampai terjadi keributan. Makanya warga ramai-ramai cuma untuk mengamankan situasi. Bukan ramai-ramai mau ikut menyerang, karena infonya kan mereka mau nyerang,” jelasnya.

Pengamanan dilakukan mulai sekitar pukul 22.00 Wita. Namun, hingga waktu yang ditunggu, kelompok yang disebut akan datang menyerang tidak muncul di Jimbaran. Warga kemudian memilih membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Sekitar pukul 23.30 Wita, laporan dugaan pengancaman disampaikan ke Polsek Kuta Selatan.

Baca Juga:   Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak di Nusa Lembongan, Delapan ABK Selamat

Warga turut menunjukkan percakapan Whatsapp yang disebut memuat ancaman penyerangan ke Jimbaran. “Sekitar jam 23.30 Wita langsung ke kantor polisi melaporkan kejadian, pengancaman, karena ada pengancaman lihat di chat-nya,” kata Dharmayasa.

Polisi selanjutnya menindaklanjuti laporan tersebut dan berkoordinasi dengan warga untuk menjaga situasi tetap kondusif. Setelah kondisi dinilai aman, warga yang sebelumnya berjaga akhirnya membubarkan diri.

Dharmayasa memastikan tidak terjadi penyerangan sebagaimana kabar yang sebelumnya beredar. Untuk penanganan selanjutnya, Dharmayasa mengatakan pihaknya menyerahkan proses tersebut kepada kepolisian. (BC5)