balibercerita.com –
Sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang telah beroperasi selama 52 tahun, The Nusa Dua terus melakukan pembenahan untuk menjaga daya saing dan kenyamanan destinasi. Salah satu langkah terbarunya adalah menjajaki implementasi teknologi smart lighting melalui kerja sama dengan PT Signify Commercial Indonesia, anak perusahaan Royal Philips yang merupakan pemimpin global di bidang teknologi pencahayaan.
Penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara kedua pihak dilakukan pada Sabtu (25/10), di Wantilan ITDC The Nusa Dua, antara Direktur Operasi ITDC Troy Warokka dan Direktur PT Signify Commercial Indonesia Lucas Ardhana. Kerja sama ini menjadi tonggak awal dalam pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan berbasis teknologi pencahayaan inovatif dan efisien energi.
Sebagai bentuk implementasi awal, Signify mendukung penyediaan pencahayaan dinamis pada Patung Mandala di kawasan The Nusa Dua, yang menjadi bagian dari kemeriahan The Nusa Dua Festival 2025. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh sinergi positif antara teknologi dan pariwisata dalam membangun destinasi yang tidak hanya indah dan berkelas dunia, tetapi juga hijau dan berkelanjutan.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa kemitraan dengan Signify merupakan langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan lintas sektor dalam menghadirkan infrastruktur pariwisata modern, efisien energi, dan berdaya saing global. “Bagi ITDC, pencahayaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang bagaimana cahaya menghadirkan kehidupan di destinasi,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, ITDC dan Signify sepakat untuk mengimplementasikan teknologi pencahayaan cerdas berbasis Internet of Things (IoT) di tiga kawasan yang dikelola ITDC, yaitu The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.
Warokka menegaskan bahwa kerja sama ini bersifat non-komersial. Kedua pihak akan saling bertukar informasi dan keahlian dalam penerapan teknologi pencahayaan yang estetis, efisien, pintar, dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap kawasan ITDC memiliki atmosfer yang indah, aman, dan nyaman, serta meninggalkan kesan hangat bagi siapa pun yang datang,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya biaya operasional. Karena itu, ITDC harus kreatif dalam melakukan pembenahan, termasuk dalam hal sistem penerangan kawasan. “Kerja sama ini diharapkan memberi dampak langsung bagi ITDC. Penerangan yang baik akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat. Ini wujud kolaborasi positif antara BUMN dan swasta, harus bagus tapi tetap efisien,” ujarnya.
Warokka menekankan bahwa kawasan yang telah berusia lebih dari lima dekade memerlukan pembaruan perangkat pendukung agar tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Nantinya, sistem pencahayaan akan ditata berdasarkan zona dan kebutuhan, dengan intensitas cahaya yang disesuaikan agar tetap nyaman tanpa menghilangkan karakteristik kawasan.
“Kita mulai berbenah. Para tenant juga akan diajak berbenah. Pencahayaan harus sesuai standar dan levelnya, tidak boleh sembarangan. Ada titik fokus utama yang akan diatur dengan sistem, agar kawasan tetap nyaman dan terang sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ke depan, penerapan sistem ini juga berpotensi diterapkan di area tenant jika hasil uji coba menunjukkan hasil positif. “Kita akan menghitung efisiensi secara menyeluruh. Kawasan ini harus terbaik, efisien, dan terukur,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur PT Signify Commercial Indonesia, Lucas Ardhana, menegaskan bahwa kemitraan strategis ini merupakan wujud komitmen Signify dalam mendukung pengembangan pariwisata Indonesia melalui teknologi pencahayaan yang cerdas, hemat energi, dan berkelanjutan. “Kami bangga dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata, mendorong efisiensi energi, dan mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan untuk masa depan,” ujar Lucas.
Menurutnya, teknologi LED yang digunakan dapat menghemat energi hingga 60–70 persen dibandingkan sistem lampu merkuri konvensional. Efisiensi bahkan bisa mencapai 90 persen jika dikombinasikan dengan sistem IoT dan smart lighting saver.
“Dengan efisiensi sebesar ini, biaya operasional bisa ditekan dan dana yang dihemat dapat dialihkan untuk investasi lain. Kami siap menjadi partner dan konsultan dengan pengalaman lebih dari 130 tahun di bidang pencahayaan,” ungkapnya.
Signify akan melakukan survei dan pemetaan berdasarkan data yang disiapkan oleh ITDC untuk menentukan area mana yang dapat dioptimalkan. Penataan pencahayaan akan mempertimbangkan aspek estetika, efisiensi, dan karakter kawasan agar nyaman tanpa kesan berlebihan.
Selain itu, sistem smart lighting akan memudahkan pemeliharaan karena seluruh perangkat dapat dipantau melalui satu sistem dashboard terpusat. “Dengan sistem ini, ITDC tak perlu memeriksa satu per satu lampu di lapangan. Semua data bisa dimonitor secara digital dan real-time,” kata Lucas. (BC5)
















