Ribuan Masyarakat Padati Tsunami Shelter Kuta, Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

0
335
Hari Lingkungan hidup
Suasana peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, di Pantai Kuta. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Sekitar 10 ribu masyarakat dari berbagai elemen memenuhi kawasan Tsunami Shelter Pantai Kuta pada Kamis (5/6). Mereka melakukan aksi bersih pantai dalam rangka puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025.

Acara yang berlangsung meriah dan sarat makna ini dihadiri oleh unsur Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, OPD Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, TNI, komunitas lingkungan, serta komponen masyarakat lainnya.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., yang menandai peluncuran Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 dengan tema besar tahun ini “Hentikan Polusi Plastik.”

Baca Juga:   Aplikasi Karya Putra Daerah, Pengembangan Ngantre.com Didukung Pemkab Badung

Menteri Hanif menyampaikan pesan kuat dan menyentuh untuk seluruh peserta, khususnya kepada para penerima Penghargaan Kalpataru Lestari, yang tahun ini diberikan kepada 12 pahlawan lingkungan terpilih dari kumpulan penerima Kalpataru periode 1980–2024. “Bapak dan ibu semua adalah teladan hidup, saksi dari dedikasi, konsistensi, dan keberanian dalam menjaga bumi kita. Kadang tanpa sorotan, tanpa insentif, namun dengan cinta, ketulusan, dan rasa tanggung jawab,” ujar Menteri Hanif.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi juga pengingat bahwa perubahan besar bisa lahir dari tindakan kecil yang terus-menerus dilakukan. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menurutnya harus menjadi panggilan moral dan seruan aksi kolektif, khususnya dalam mengatasi polusi plastik yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga:   Alit Putra Kembali Pimpin PMI Bali, Fokus Lanjutkan Penguatan Layanan Kemanusiaan

Menteri Hanif juga menyuarakan seruan tegas kepada dunia usaha untuk mulai berubah. Produksi dan konsumsi harus bertanggung jawab yaitu dengan menggunakan desain produk yang mudah digunakan ulang, diisi ulang, dan didaur ulang. Tidak ada lagi alasan untuk terus memproduksi plastik yang tidak bisa diolah.

Acara ini ditutup dengan penyerahan simbolis Kalpataru Lestari serta pementasan seni dan kampanye kreatif dari komunitas lingkungan lokal, sebagai bagian dari edukasi publik akan pentingnya kesadaran ekologis di tengah tantangan krisis lingkungan global. Berikut 12 penerima Kalpataru lestari 2025.

Baca Juga:   Keterampilan Digital Dorong Siswa SLBN 1 Badung Mandiri Lewat Produk Kreatif

Paris Sembiring (Sumatera Utara), LSM Bahtera Melayu Bengkalis (Riau), Sadiman (Jawa Tengah), Oday Kodariyah (Jawa Barat), Desa Adat Penglipuran (Bali), TGH. Hasanain Juaini, Lc, MH (NTB), Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari (Bali), Hamzah (Kalimantan Selatan), Komunitas Dayak Iban Menua Sungai Utik (Kalimantan Barat), Herman Sasia (Sulawesi Tengah), Kelompok Isyo Hill’s Rhepang Muaif (Papua), dan Timotius Hindom (Papua Barat). (BC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini