
Mangupura, balibercerita.com –
Sejumlah ruas jalan di kawasan padat wisatawan di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, kondisinya masih memprihatinkan. Sejak dibuka pada tahun 1998, ketiga ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh pengaspalan. Hal ini seolah luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Badung.
Dari hasil pemantauan, kondisi ketiga jalan tersebut jauh dari standar kawasan pariwisata. Jalan masih berupa tanah, bahkan sebagian tergenang air hujan. Padahal, ketiga jalan ini berada di wilayah strategis yang ramai dikunjungi wisatawan, meski bukan jalan utama.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara mengaku telah menyuarakan persoalan ini dalam rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2025–2029. “Kami mendorong Pemkab Badung untuk segera menuntaskan jalan-jalan yang belum teraspal di kawasan destinasi wisata terutama kawasan Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta),” ujar Puspa Negara.
Ia menyebutkan, ada tiga ruas jalan di wilayah Legian yang hingga kini belum mendapat perhatian. Ketiganya adalah Jalan Praja Natha I, Jalan Marga Kirana II, dan Jalan Jatayu.
“Seharusnya sejak tahun 2000 itu sudah teraspal. Ada tiga ruas jalan yang belum mendapat perkerasan dan apalagi pengaspalan, meskipun itu dulu eks land consolidation (LC) yang sekarang sudah menjadi permukiman,” ungkapnya.
Politisi asal Legian ini menjelaskan, badan jalan tersebut telah terbentuk sejak tahun 1998 berkat inisiatif masyarakat yang merelakan sekitar 20 persen tanah milik mereka untuk pembangunan akses jalan. Untuk itu, ia sangat berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius, minimal melalui pengaspalan atau pemasangan paving.
“Memang pemerintah bertahap dari dulu karena LC itu dari 1998 sampai sekarang kan sudah tahun. Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Badung segera merealisasikan pengerasan dan pengaspalan di tiga ruas jalan yang dimaksud,” paparnya. (BC9)


















