balibercerita.com –
Pasokan pertalite ke sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung kembali diperkuat. Pertamina Patra Niaga bahkan meningkatkan penyaluran hingga 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian SPBU di Bali untuk memastikan kebutuhan masyarakat di tengah tingginya mobilitas kawasan tersebut tetap terpenuhi.
Penguatan pasokan ini dilakukan setelah sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung sempat dipadati antrean kendaraan pada Kamis (27/8). Antrean bahkan dilaporkan memanjang hingga ke luar area SPBU, diantaranya terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol, Denpasar, dan Nusa Dua, Badung.
Kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pertamina langsung melakukan penyesuaian pola distribusi dengan mengalihkan sebagian suplai melalui Integrated Terminal (IT) Manggis. Pengiriman juga diprioritaskan ke SPBU yang berada di wilayah dengan kebutuhan tinggi.
Pada 27 Agustus 2026, Pertamina menyiapkan sekitar 2.300 kiloliter (KL) pertalite. Volume ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kebutuhan harian SPBU di Bali yang mencapai 2.109 KL, atau sekitar 109 persen. Penguatan berlanjut sehari berikutnya. Pada 28 Agustus, penyaluran pertalite mencapai 2.479 KL atau sekitar 117 persen dari rata-rata kebutuhan harian. Jumlah tersebut terdiri atas 424 KL yang berasal dari Fuel Terminal (FT) Sanggaran dan 2.055 KL dari IT Manggis.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, penguatan distribusi dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat, terutama di Denpasar dan Badung yang memiliki tingkat mobilitas dan aktivitas pariwisata cukup tinggi. “Kami memahami adanya antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar dan Badung. Kondisi ini terjadi karena adanya keterlambatan pasokan yang berdampak pada ketersediaan Pertalite di beberapa SPBU,” ujar Ahad, Selasa (1/9).
Menurut dia, pasokan pertalite saat ini telah dipulihkan. Pertamina juga terus mengoptimalkan distribusi dengan memberikan prioritas pengiriman kepada SPBU di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi. Terbatasnya pasokan sebelumnya dipengaruhi penyesuaian jadwal sandar kapal di IT Manggis dan FT Sanggaran. Di FT Sanggaran, pada saat bersamaan juga berlangsung kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana serta fasilitas (sarfas).
Pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari standar operasional untuk menjaga keandalan, keselamatan, dan kontinuitas operasional terminal. Namun, kegiatan tersebut berdampak sementara terhadap kapasitas penerimaan dan penyaluran BBM.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Pertamina kemudian melakukan optimalisasi pasokan melalui terminal lainnya. Percepatan sandar kapal dan penyesuaian distribusi ke SPBU turut dilakukan hingga pasokan kembali diperkuat. Pertamina kini terus memantau kondisi stok di terminal, kebutuhan masing-masing SPBU serta realisasi penyaluran di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap terjaga.
Di tengah derasnya informasi mengenai antrean dan ketersediaan BBM di media sosial, Pertamina juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat sebelum membagikan informasi. Informasi mengenai kondisi antrean maupun stok BBM diharapkan terlebih dahulu dipastikan kebenaran dan konteksnya. Dengan demikian, informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru. (BC5)

















