Perkuat Biosekuriti Nasional, Barantin dan Unud Teken Nota Kesepahaman Strategis

0
46
Barantin
Kepala Barantin bersama Rektor Unud usai melakukan penandatanganan MoU. (ist)

balibercerita.com –
Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat perannya dalam menjaga biosekuriti nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (NK) antara Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, dan Rektor Universitas Udayana (Unud), Prof. I Ketut Sudarsana, dalam sinergi pengembangan bidang karantina dan Tridarma Perguruan Tinggi pada Kamis (22/1) di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman Unud, Denpasar.

Dalam sambutannya, Sahat menegaskan bahwa kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi kebutuhan mendesak di tengah semakin luas dan kompleksnya peran karantina. “Kolaborasi dan kerja sama yang erat dengan akademisi sangat dibutuhkan agar layanan perkarantinaan semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai bagian dari transformasi kelembagaan, Barantin kini mengemban tugas strategis dalam menjaga biosekuriti, biosafeti, dan biodiversitas Indonesia dalam satu sistem terpadu. Bahkan, Barantin juga memegang peran penting dalam sistem pertahanan negara nonmiliter atau biodefence, khususnya dalam menghadapi ancaman biologis seperti bioterorisme dan pandemi penyakit menular. “Dalam mengemban amanah ini, kami membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk civitas academica Universitas Udayana,” tegas Sahat.

Baca Juga:   Dikunjungi KPU Badung, Kapolresta Nyatakan Kesiapan Amankan Pemilu 

Sahat juga mengungkapkan bahwa saat ini Barantin diperkuat oleh banyak alumni perguruan tinggi berkualitas, termasuk dari Unud, yang memiliki komitmen tinggi terhadap profesionalisme dan kualitas layanan karantina.

Sejalan dengan dinamika perdagangan internasional dan perkembangan regulasi kekarantinaan, Barantin dituntut terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), riset, serta pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, penandatanganan Nota Kesepahaman ini dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi.

Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut teknis, yang dilakukan oleh Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanityo, bersama empat dekan fakultas di lingkungan Unud, yakni Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Peternakan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, serta Fakultas Pertanian.

Baca Juga:   Transformasi Layanan dan Inovasi Digital Antarkan Bandara Ngurah Rai Raih Penghargaan Tertinggi Transportasi Udara

Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana menyambut baik inisiatif Barantin dan menyatakan komitmen Unud dalam mendukung pengembangan karantina yang profesional dan berbasis keilmuan. “Hasil riset harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kerja sama dengan Barantin,” ungkapnya.

Sebagai informasi, nota kesepahaman ini mencakup pertukaran data dan informasi, koordinasi program, peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pengembangan riset dan teknologi. Sementara PKS menitikberatkan pada implementasi langsung dalam penguatan SDM dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui berbagai kegiatan bersama.

Selain penandatanganan kerja sama, Kepala Barantin juga berdialog dengan mahasiswa dalam kuliah umum bertajuk “Bersama Karantina Menjaga Negeri”, yang diikuti mahasiswa dari empat fakultas. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Barantin Inspiring Day serta pameran komoditas pertanian dan perikanan unggulan Bali yang telah menembus pasar global.

Baca Juga:   Pertamina Umumkan 105 Peserta Energy Debate Championship PGTC 2025

Kepala PPSDMKHIT Barantin, Wisnu Wasisa Putra dalam laporannya menyebutkan bahwa saat ini terdapat 88 alumnus Universitas Udayana yang mengabdi di Barantin, dengan 27 di antaranya bertugas di Karantina Bali.

Acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Karantina Hewan, Deputi Bidang Karantina Ikan yang juga menjabat Plt. Deputi Karantina Tumbuhan, jajaran pejabat tinggi pratama, Kepala UPT wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hingga eksportir komoditas pertanian asal Bali, Agung Werdha, alumnus Unud, yang berbagi pengalaman terkait peran karantina dalam akselerasi ekspor.

Hadir pula anggota Komisi Ahli Karantina Hewan sekaligus Guru Besar Unud di bidang virologi dan bioteknologi, Prof. I Ketut Puja. “Kerja sama dengan perguruan tinggi akan memperkuat posisi kami dalam bernegosiasi dengan negara mitra berdasarkan landasan keilmiahan atau scientific based,” tutup Sahat. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini