Pemkab Badung Siapkan Digitalisasi Parkir, Pembayaran Bakal Gunakan QRIS

0
9
Parkir QRIS
Ilustrasi petugas parkir. (ist)

balibercerita.com –
Pemkab Badung kini menyiapkan langkah digitalisasi pembayaran parkir di tepi jalan. Rencananya transaksi parkir diarahkan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.

Rencana tersebut mencuat setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Badung melakukan studi ke Pemerintah Kota Surabaya terkait penerapan sistem pembayaran parkir secara digital. Kepala Dishub Badung, Anak Agung Gde Rahmadi mengatakan, studi ke Surabaya dilakukan atas arahan bupati untuk mempelajari penerapan sistem pembayaran parkir nontunai yang telah berjalan di daerah lain. Surabaya menjadi salah satu daerah yang dijadikan referensi karena telah menggunakan QRIS dalam transaksi parkir.

Baca Juga:   Lomba Mewarnai Piala Bunda PAUD Kabupaten Badung

Menurutnya, penerapan pembayaran digital memiliki sejumlah kelebihan, terutama dari sisi pencatatan transaksi “Bagus juga di sana, pakai QRIS bayarnya. Jadi lebih tercatat, ada rekam jejaknya, tidak bisa orang main-main, tarifnya pasti,” ujar Rahmadi.

Rahmadi menyebutan, sistem tersebut cukup memungkinkan untuk diterapkan di Badung. Dishub bahkan telah menjalin komunikasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali untuk mempelajari kemungkinan pemanfaatan perangkat maupun aplikasi pembayaran QRIS dalam pengelolaan parkir.

Baca Juga:   Badung Education Fair Ditunda, Tunggu Kondisi Kondusif Pascademo Anarkis

Berbeda dengan sistem pembayaran menggunakan kartu elektronik seperti TapCash, mekanisme QRIS nantinya tetap melibatkan juru parkir di lapangan. Petugas akan membawa kode QR merchant yang kemudian dipindai oleh pengguna kendaraan melalui telepon seluler.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, digitalisasi parkir juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, Dishub Badung telah ditugaskan mempelajari sistem yang diterapkan Pemkot Surabaya untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi Badung.

Baca Juga:   Imigrasi Ngurah Rai Jemput Bola di Pasar Seni Kuta, Layani Puluhan Pemohon Paspor dalam Bazaar Pelayanan Publik

“Pemkot Surabaya sudah memakai sistem barcode dalam proses pengambilan parkir yang ada di pinggir jalan. Ini yang rencananya bisa kita adopsi,” ujar Surya Suamba. (BC9)