Kendati tidak pernah mengenyam pendidikan medis, namun ia mengetahui persis ilmu struktur tulang atau yang dalam istilah medisnya bernama anatomi tubuh manusia. Hal itu diketahuinya secara niskala, sehingga itu cukup sulit untuk dicerna dengan logika. Untuk meyakinkan pasien akan hal itu, ia juga mempergunakan rontgen yang ada di tempatnya atas bantuan dari pihak asosiasi rontgen. Itupun ada tanpa permintaan pihaknya dan ia tidak ikut campur dalam itu manajemen operasionalnya. Hasil rontgen itulah yang kemudian dipadukan dengan keahliannya, untuk selanjutnya disimpulkan atas gambaran kondisi pasien tersebut.
Semula pemasangan alat rontgen tersebut sempat menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai aplikasi alat tersebut cenderung aneh dipakai oleh pengobatan pijat tradisional. Namun kenyataannya hal itu kemudian dimaklumi, sebab sangat membantu pasien dalam metode pijat tradisional.
Selain memiliki pasien dari seluruh kabupaten di Bali, ia juga mengaku memiliki pasien dari provinsi lain, termasuk dokter yang datang berobat. Ia juga memiliki pasien dari luar negeri, seperti Australia, Itali, Prancis, Rusia, Belanda, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, dan sebagainya. (BC5)
















