balibercerita.com –
Lonjakan arus kendaraan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi kembali mewarnai Jalan Tol Bali Mandara. PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT) memproyeksikan peningkatan lalu lintas hingga hampir 10 persen dari hari normal, terutama pada akses menuju destinasi pariwisata dan pergerakan wisatawan di wilayah selatan Bali.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang mengungkapkan bahwa tren perjalanan menunjukkan dua titik puncak kepadatan. Pada 24 Desember 2025, arus Natal diperkirakan meningkat 8,13 persen atau sekitar 67 ribu kendaraan, sementara arus Tahun Baru pada 30 Desember 2025 meningkat 9,48 persen atau sekitar 68 ribu kendaraan.
“Jalan Tol Bali Mandara merupakan akses strategis yang sangat bergantung pada dinamika pariwisata. Karena itu, kami menyiapkan langkah antisipasi menyeluruh agar perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman,” kata Adi.
Menghadapi perkiraan lonjakan tersebut, PT JBT memperkuat pengawasan, sistem operasional, hingga kesiapan infrastruktur. Pemantauan lalu lintas berbasis real-time, pengendalian gerbang tol, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi prioritas utama, terutama pada jam-jam rawan antrean.
Berbagai skenario rekayasa lalu lintas disiapkan bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengurai potensi kepadatan di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua, dan Benoa, tiga kawasan dengan aktivitas wisata tinggi.
Dalam periode siaga Nataru 2025/2026, PT JBT menurunkan Tim Satuan Tugas yang bertugas selama 24 jam penuh, termasuk pemantauan kondisi jalur tol, Respons cepat gangguan kendaraan dan keadaan darurat, pemeriksaan titik rawan kecelakaan dan potensi genangan, optimalisasi operasional seluruh gerbang tol, armada pendukung seperti kendaraan derek, ambulans, unit rescue, mobile customer service, hingga mobile reader disiagakan di setiap gerbang untuk mempercepat transaksi dan mengurangi antrean.
PT JBT melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi perkerasan, sistem drainase, penerangan, rambu, hingga marka jalan. Seluruh aktivitas konstruksi di sepanjang Tol Bali Mandara dihentikan sementara selama masa libur demi menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan layak jalan, saldo uang elektronik mencukupi pembayaran tol, bahan bakar terisi penuh sebelum masuk tol, serta mematuhi rambu dan arahan petugas,” katanya. (BC5)



















